Rabu, 22 April 2026

Berita Bangka Selatan

Hidup di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Dalila Akui Lebih Baik Punya Rumah Usang daripada Mengontrak

Kesederhanaan. Kata inilah yang dapat menggambarkan kondisi yang dialami oleh keluarga Man Ali di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Editor: khamelia
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Dalila bersama anak-anaknya saat berada di pintu masuk kediamannya di Teladan 

BANGKAPOS.COM - Kesederhanaan. Kata inilah yang dapat menggambarkan kondisi yang dialami oleh keluarga Man Ali di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Kendatipun memiliki tempat tinggal yang terbilang tidak terlalu kecil, namun rumah itu tidak berfungsi begitu maksimal.

Saat memasuki kediaman Man Ali dan Dalila di Jalan Sari Purun Kelurahan Teladan, tampak dinding rumah yang terlihat jelas tidak tertutup rapat karena hanya berdindingkan terpal plastik berwarna Biru dan Hitam, bahkan demi menutupi dinding rumah, tikar yang tidak lagi bagus juga dijadikan dinding sehingga anak-anak mereka merasa nyaman.

Baca juga: Tanam Ganja Puluhan Tahun Pakai Polybag, BNN: Tersangka Mengaku Sudah Memakai Ganja Sejak Kecil

Baca juga: Adik Kandung Mantan Wali Kota Serang Mengaku Sudah Lama Budidaya Ganja Pakai Polybag

Tidak terlalu kecil memang saat memasuki rumah, karena lebih kurang rumah yang ditempati oleh Dalila bersama suami dan anak-anaknya yakni berukurang lebih kurang 8×6 meter dengan alas papan tanpa adanya dinding penyekat.

Cukup besar memang jika dilihat sekilas, namun sebut saja ketika hujan mengguyur yang disertai angin kencang maka sekeluarga di Kelurahan Teladan ini akan kebasahan karena dinding rumah yang hanya dibalut terpal dan tikar berkas yang seharusnya tak dijadikan dinding.

Jika anda melihat langsung dari depan, maka rumah yang ditempati oleh Man Ali bersama anak-anak dan istrinya hanya tampak rumah papan yang dindingnya di dominasi oleh lembaran plastik Hitam dengan jembatan papan berukuran tidak begitu besar.

Saat anda memasukinya maka akan tampak sebuah tembikar yang terpasang di lantai papan dengan kasur lusuh yang tergulung yang akan digelar saat malam hari untuk tidur.

Namun karena kondisi keterbatasan ekonomi yang membuat keluarga Man Ali terpaksa harus melakukannya demi terhindar dari panas dan terik ataupun guyuran air hujan.

Bahkan kendatipun terlihat rapi menutupi bagian atas rumah, seng yang menutupi rumah yang ditinggali oleh 6 orang ini akan berterbangan jika disapu oleh angin.

"Untung saja masih ada paku yang menempel di seng sehingga tidak terbang terbawa angin," ujar Dalila kepada bangkapos.com.

Bahkan Dalila juga mengakui jika ia dan suami serta anak-anaknya kerap mengalami kegelapan di malam hari karena listrik padam di rumahnya lantaran tak memiliki uang untuk membeli voucher listrik.

Sesekali ibu 4 anak yang mengenakan baju terusan berwarna hijau yang dihiasi dengan renda-renda di bagian dada dan lengan sekaligus memangku anaknya yang paling kecil, Dendra yang sedikit mengalami kelainan pada bagian penglihatan ini tak menghiraukan kondisinya tatkala melihat kebahagiaan yang tercipta dengan keaktifan dan kecerdasan anaknya.

Kepada bangkapos.com, Dalila mengakui pekerjaan suaminya adalah sebagai seorang pencari ikan di Sungai Bantil, Kecamatan Tukak Sadai.

"Itulah pekerjaan yang digeluti oleh ayah anak-anak untuk menghidupi kami, walaupun terkadang tidak membawa hasil yang memuaskan," tutur Dalila.

Dalila mengakui dalam seminggu suaminya bisa saja membawa pulang uang Rp 150.000 hingga Rp 200.000 jika beruntung. Namun terkadang hanya membawa tangan kosong dengan kelelahan.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved