Kisah Pasutri Punya Riwayat Sakit Jantung dan Hipertensi Bisa Sembuh dari Covid-19, Ini Kuncinya
Kisah pasangan suami istri dapat sembuh dari Covid-19, padahal memiliki sakit bawaan berupa jantung (sudah dipasang ring), hipertensi, dan obesitas.
BANGKAPOS.COM -- Kisah pasangan suami istri, dr Arief Fadhillah dan dr Fauziah dapat sembuh dari Covid-19.
Diketahui, keduanya sempat diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik selama 15 hari, dimulai dari 13 Agustus.
Ditemui di rumahnya di daerah Kota Matsum, Kecamatan Medan Kota, pada akhir pekan lalu, Arief berbagi kisah.
Dia mengatakan, sebelum dinyatakan positif Covid-19, tanggal 28 Juli dia merasa demam, tetapi tetap bekerja.
Dari beberapa kali rapid test, pada hasil foto toraks terdapat gambaran pneumonia bilateral. Kemudian, pada 6 Agustus, dia tes swab yang hasilnya keluar empat hari kemudian, dia dinyatakan positif Covid-19.
Saat itu, lanjutnya, dia tidak lagi merasa demam.
Baca juga: Detik-detik Pesta Seks Remaja di Kos Berakhir Setelah Polisi Datang, Pintu Terkunci dan Lampu Padam
Baca juga: Kumpulan Arti Mimpi Berhubungan Seks, Mimpi Intim dengan Suami Orang Pertanda Penasaran
Baca juga: Deretan Artis Muda Indonesia Pernah Kawin Cerai, Ada yang Menikah Lebih dari Sekali
Sesuai dengan anjuran dari pihak rumah sakit agar dirinya diisolasi, dia pun dijemput ambulans dari RS Malahayati ke rumahnya menuju RSUP Haji Adam Malik pada 13 Agustus, bersama dengan istrinya yang saat itu mengalami gejala batuk dan demam.
"Awalnya saya bilang, saya sudah tidak ada apa-apa. Saya sehat, tapi istri saya yang ada gejala sakit, akhirnya kami dua isolasi di rumah sakit," katanya.
Punya riwayat jantung
Arief meyakini bahwa sebelumnya dia sudah pernah terkena Covid-19 sehingga ketika hasil swab-nya keluar dan dinyatakan positif Covid-19 saat itu tidak berakibat fatal.
Padahal, dia memiliki sakit bawaan berupa jantung (sudah dipasang ring), hipertensi, dan obesitas.
"Saya kerja di rumah sakit, pakai alat pelindung diri (APD) tetap, APD-nya sederhana, tetap terpapar sedikit-sedikit sehingga kenal tubuh ini. Jadi imun bisa ngelawan saat virus masuk," katanya.
Menurut dia, virus ini tidak boleh disikapi dengan ketakutan dan rasa khawatir secara berlebihan. Sebab, ketakutan atau kekhawatiran berlebihan bisa berakibat pada menurunnya imunitas.
Jika khawatir berlebihan pada Covid-19, harus melihat penyakit lainnya, seperti TBC, serangan jantung, rokok, seringnya minum alkohol, dan lainnya, karena angka kematian yang diakibatkan juga tidak sedikit.
Khawatir berlebihan akan turunkan imun
Baca juga: Zodiak Rabu 21 Oktober 2020: Scorpio Mampu Bersaing, Sagitarius Mendambakan Petualang Baru
Baca juga: Prakiraan Cuaca Rabu 21 Oktober 2020: Waspada Cuaca Ekstrem 20 Wilayah di Indonesia
Baca juga: Hari Ini Bioskop Jakarta Mulai Dibuka, Calon Penonton Wajib Mengikuti Beberapa Syarat
Dia mengibaratkan tubuh yang terkena Covid-19 dengan sebuah kampung yang disatroni maling.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/upaya-agar-tidak-terpapar-covid-19.jpg)