Minggu, 26 April 2026

Kisah Pasutri Punya Riwayat Sakit Jantung dan Hipertensi Bisa Sembuh dari Covid-19, Ini Kuncinya

Kisah pasangan suami istri dapat sembuh dari Covid-19, padahal memiliki sakit bawaan berupa jantung (sudah dipasang ring), hipertensi, dan obesitas.

KOMPAS.COM/DEWANTORO
dr. Fauziah menjelaskan, salah satu upaya agar tidak terpapar Covid-19 adalah menjalankan protokol kesehatan dan tetap merasa bahagia agar imun tetap terjaga. 

"Ibarat kampung dimasuki lima orang maling. Pada tubuh yang sehat, normal, maka datang polisi imun itu menghadapi maling-maling itu. Tapi, pada tubuh yang bermasalah, dia akan menghancurkan maling itu dengan bom atom. Berlebihan," katanya.

Padahal, sebenarnya virus ini adalah virus yang sederhana yang bisa mati jika terkena sabun, ultraviolet, serta tak mampu hidup di tempat kering dan akan mati dengan sendirinya setelah 14 hari.

Hanya saja, yang perlu ditangani adalah proses dampak "serangan" virus, mulai dari pembekuan darah, penyumbatan darah, hingga lainnya.

"Virusnya 14 hari mati sendiri. Tapi, proses kerusakan itu, penyumbatan sana-sini itu yang berlanjut dan harus ditangani. Makanya, salah satu obatnya adalah pengencer darah," katanya.

Kuncinya 3 M

Menurut dia, untuk mencegah penyebaran Covid-19, protokol kesehatan harus dijalankan. Setiap orang harus rajin mencuci tangan, khususnya ketika akan menyentuh bagian wajah, menjaga jarak, dan memakai masker.

"Itu saja, dan kalau demam atau batuk ya istirahat. Soalnya, waktu diisolasi dulu, yang kita makan pun hanya makanan rebusan, ikan, tahu, tempe, daging sesekali, telur selalu ada, jus, dan susu," katanya.

Sementara itu, dr Fauziah yang ditemui usai melayani seorang pasien mengatakan, awalnya dirinya tidak terlalu ngeh bahwa sakit yang dirasakannya pada awal Agustus itu mengarah pada Covid-19.

Saat itu, suaminya yang sempat demam masih tetap bekerja dan rapid test hasilnya nonreaktif.

Capek dan sakit tenggorokan

"Jadi waktu itu saya betul-betul kurang fit. Capek. Pertama kali kena bapak. Selesai bapak demam. Saya belum demam, tapi sudah merasa kurang penciuman, kok enggak ada wanginya yang masak. Sempat bercanda juga sama asisten, tapi saya enggak ngeh," katanya.

Selain itu, dia juga merasakan sakit tenggorokan, batuk yang sangat mengganggu, hingga untuk berbicara pun susah.

Karena suaminya dinyatakan positif pada saat sudah tidak demam, sedangkan saat itu dirinya sedang merasakan sakit, dia pun memaklumi dirinya juga positif Covid-19.

"Berarti saya juga kena. Kemudian dilakukan perawatan. Sehari sebelum diisolasi di rumah sakit, anak-anak tak boleh keluar lagi, pintu pagar digembok. Asisten rumah tangga, saya suruh istirahat. Anak-anak juga isolasi mandiri. Pintu pagar digembok. Keperluan di luar rumah, belanja, kebetulan ada adik dari suami yang membantu," katanya.

Berusaha tetap bahagia

Sumber: Tribun Solo
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved