Breaking News:

Menlu AS Sebut China Predator terkait Jeratan Utang hingga Pelabuhan Sri Lanka Disandera 99 Tahun

Menlu AS Sebut China Predator terkait Jeratan Utang hingga Pelabuhan Sri Lanka Disandera 99 Tahun

tribunmedan
Terjerat Utang China hingga Pelabuhan Sri Lanka Disandera 99 Tahun, Amerika: China Predator. Pelabuhan Hambantota Sri Lanka 

Menlu AS Sebut China Predator terkait Jeratan Utang hingga Pelabuhan Sri Lanka Disandera 99 Tahun

BANGKAOS.COM -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS), Mike Pompeo menyebut China sebagai "predator" terhadap Sri Lanka, saat melakukan pertemuan dengan pejabat luar negerinya, pada Rabu (28/10/2020) dalam kunjungan ke beberapa negara Asia.

Diketahui Pompeo tiba di Sri Lanka dari India sebagai bagian dari tur di Asia yang bertujuan untuk memperkuat sekutunya melawan peningkatan politik dan militer China di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami melihat dari kesepakatan buruk, pelanggaran kedaulatan dan pelanggaran hukum di darat dan laut bahwa Partai Komunis China adalah predator," ujar Pompeo dalam konferensi pers yang disiarkan oleh televisi di ibu kota Kolombo.

''Amerika Serikat datang dengan cara yang berbeda.

Kami datang sebagai teman, dan sebagai mitra," kata Pompeo sebagaimana yang dilansir dari Reuters pada Rabu (28/10/2020).

Baca juga: RA, Pembunuh Sadis yang Buang Korban di Kolam Buaya di Berau Diancam Hukuman Mati, Dijerat Pasal ini

Baca juga: Mahfud MD Sebut Presiden Prancis Emmanuel Macron Mengalami krisis Gagal PahamTentang Islam!

Baca juga: Avanza Kontra Truk di Simalungun Laga Kambing, Sopir Meninggal dan Dua Prajurit Luka Berat

Berbeda dengan India, yang terkunci dalam pertikaian militer dengan China dan merupakan perhentian pertama dalam perjalanan Pompeo, Sri Lanka adalah sekutu dekat Beijing.

China telah menginvestasikan miliaran dolar di pelabuhan dan jalan raya Sri Lanka sebagai bagian dari Belt and Road Initiative untuk transportasi dan hubungan energi, sebuah program yang menurut Amerika Serikat dirancang untuk menjebak negara-negara kecil dalam hutang.

Pelabuhan Internasional Hambantota yang kini dikuasai China selama 99 tahun (reuters)
Pelabuhan Internasional Hambantota yang kini dikuasai China selama 99 tahun (reuters)

Satu proyeknya adalah Pembangunan Pelabuhan Internasional Hambantota yang dibangun di atas kemitraan publik-swasta antara China Merchants Port Holdings (HIPG) dan Sri Lanka Ports Authority.

Mengutip laporan Asian Review, untuk pembangunan pelabuhan yang terletak di sepanjang pantai selatan pulau Samudra Hindia ini memakan dana senilai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 21 triliun (estimasi kurs Rp 14.000/dolar).

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved