Rabu, 22 April 2026

Berita Pangkalpinang

Bahagianya Dawiyah Batik Pakis Karyanya Dibeli Ustaz Abdul Somad, Ini Perjalanan Kisah Suksesnya

Siti Dawiyah pernah mengikuti jejak suami yakni Ngelimbang timah atau menjadi penambang inkonvensional. Selain itu juga dia sempat nyadap karet

Penulis: Widodo | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Widodo
Siti Dawiyah, Owner Batik Pakis Simpang Katis Bangka Tengah saat hadir di Bincang UMKM Bangkapos Jumat, (30/10/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mengenakan baju batik berwarna biru buatan kerajinan tangannya sendiri, Siti Dawiyah sangat antusias menjelaskan perjalanan karirnya kepada host Dialog UMKM Bangkapos, Edi Yusmanto, Jumat (30/10/2020).

Siti Dawiyah merupakan Owner Batik Pakis yang produknya telah melanglang buana hingga ke luar negeri.

Dawiyah begitu sapaan akrabnya antusias bercerita perjalanan usaha yang ia rintis hingga saat ini.

Lagi-lagi sukses tidak semudah membalikkan telapak tangan, itu juga yang dirasakan oleh perempuan berusia 38 tahun itu.

Sebelum menjadi owner dari Batik Pakis yang produknya sampai terjual di Kota Lisbon Negara Portugal dan Negara Rusia, ternyata Siti Dawiyah juga mengikuti jejak suami yakni Ngelimbang timah atau menjadi penambang inkonvensional. Selain itu juga dia sempat menyadap karet.

Baca juga: Bambang Trihatmodjo Terjerat Utang Negara Rp 50 Miliar, Mayangsari Bela Suami: Dia Orang Baik

Baca juga: CEK Nama-nama yang Lulus CPNS Kemenag 2019 di Kemenag.go.id, Berikut Ketentuan Lengkapnya

"Dulunya menjadi penambang ikut suami nimah atau ngelimbang, nyadap karet juga," ujar Dawiyah.

Diakuinya, alasan menjadi penambang dan menyadap karet supaya cepat maju dan tentunya faktor ekonomi juga.

"Alasannya supaya cepat maju, karena bermain arisan satu minggu bayar Rp 250 Ribu," sebutnya mengingat kala itu.

Nah, pada tahun 2013 Dawiyah memulai usaha Batik Pakis dengan alasan untuk mengisi waktu luang dan memang hasilnya lumayan untuk menambahkan kebutuhan.

Selain itu Siti Dawiyah terinspirasi ketika membuat batik dengan berbagai motif yang bisa dituangkan melalui kerajinan tangannya.

Bukan tanpa kendala dan perjuangan yang keras, Dawiyah saat menjadi pelaku usaha batik rela berjualan kain batik ke Koba naik motor dari Simpang Katis dan saat itu tidak ada yang beli.

"Jualan ujan-ujanan pakai motor karena masyarakat mau liat langsung biasanya barangnya seperti apa, namun tidak ada yang laku," ujarnya.

Baca juga: 5 Kelainan Kehidupan Pribadi Presiden Perancis Macron, Kawini Nenek-nenek hingga Selingkuhi Guru

Baca juga: Kakak Syok Lihat Chat WA Adik Bahas Persetubuhan, Polsek Lubuk Besar Bekuk Sang Kekasih

Namun seiring waktu, berkat kegigihan serta support dan bantuan dari pemerintah Kabupaten/ Provinsi kini produk Batik Pakis sudah banyak dikenal masyarakat lokal maupun luar.

"Pamerannya dan terjualnya ke luar Bangka, seperti Jakarta, Batam, keliling Indonesia, Lisbon Portugal dan ke Rusia untuk pameran," ungkapnya.

Dia menyebutkan, berawal dari pameran di Belitung ada Kementrian pusat yang datang kemudian membeli dan dikirim ke Jakarta terus dibawa lagi ke Lisbon.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved