Senin, 27 April 2026

Covid 19

Virus Corona Selimuti Paru, Hanya Bisa Dilihat Menggunakan Alat Ini, Begini Bentuknya 

Virus Corona SARS-CoV-2 terlalu kecil untuk dilihat menggunakan mikroskop cahaya. Virus ini hanya bisa diamati menggunakan mikroskop elektron

Kolase pixabay/NIAID-RM/Institut Kesehatan Nasional / AFP
Gambar virus corona diperbesar dengan mikroskop 

BANGKAPOS.COM -- Virus Corona SARS-CoV-2 terlalu kecil untuk dilihat menggunakan mikroskop cahaya. Virus ini hanya bisa diamati menggunakan mikroskop elektron. Selain virus yang menutupi sel, juga terdapat sejumlah virion dalam ukuran besar yang diproduksi dan dilepaskan sel dalam sistem pernapasan manusia.

Para ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Universitas Carolina Utara merilis penampakan Virus Corona SARS-CoV-2 yang menginfeksi sel bronkial.

Sel bronkial biasanya ditemukan di saluran utama menuju paru-paru.

Namun, kali ini para ahli mengamati sel bronkial yang terinfeksi virus corona baru di cawan petri.

"Gambar kultur yang terinfeksi SARS-CoV-2 menunjukkan sel-sel bersilia dipenuhi partikel dalam gumpalan besar," kata Camille Ehre, asisten profesor di Institut Marsico Lung, Fakultas Kedokteran Universitas Carolina Utara.

"Penggunaan masker pada individu yang terinfeksi dan tidak terinfeksi dapat membatasi penularan SARS-CoV-2," katanya, seperti dilansir IFL Science, Jumat (4/9/2020).

Dalam gambar  terlihat Virus Corona ditunjukkan dengan ratusan titik kecil berwarna merah yang menutupi sel bersilia berwarna toska.

SARS-CoV-2 benar-benar sangat kecil, diameternya hanya 50 sampai 200 nanometer.

Sebagai perbandingan, sel darah manusia berukuran sekitar 7.000 nanometer.

Dalam laporan riset yang terbit di New England Journal of Medicine, dijelaskan patogen ini secara efektif dapat menyerang dan membanjiri tubuh manusia.

Virus itu menggunakan sel inang untuk menghasilkan salinan yang kemudian menyebar ke sel lain.

"Pengamatan yang paling mencolok adalah jumlah virion yang sangat banyak oleh sel yang terinfeksi. Beberapa sel yang terinfeksi begitu penuh dengan virus sehingga mereka berkumpul dan terlepas dari epitel," kata Ehre.

"Hal itu memungkinkan virion untuk menginfeksi paru-paru dan juga dapat keluar dari hidung untuk menginfeksi orang lain."

Anda juga dapat melihat beberapa struktur SARS-CoV-2.

Virus terdiri dari lebih dari satu untai RNA (agak mirip setengah dari DNA berbentuk tangga) yang ditutupi lapisan ganda lipid dan spike protein.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved