Rabu, 8 April 2026

Penanganan Covid 19

Jangan Takut dan Tidak Perlu Malu Jadi Penyintas Covid-19

Penyintas dapat berperan positif dalam penanganan pandemi Covid-19 di lingkungannya masing-masing.

Editor: fitriadi
bangkapos.com
Warga mengikuti Rapid Tes Covid 19 di Bangka Selatan, Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Dokter TNI Angkatan Laut siswa Pusdikal Kodiklatal Surabaya yang merupakan penyintas Covid-19 Lettu dr Bimo Mukti Wicaksono mengajak para penyintas lainnya untuk tidak takut dan malu sebagai penyintas.

Bimo yang sebelumnya berasal dari satuan Yonkes 1 Marinir Cilandak Jakarta tersebut menilai hal tersebut karena penyintas juga dapat berperan positif dalam penanganan pandemi Covid-19 di lingkungannya masing-masing.

Bimo yang terpapar covid-19 saat bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet pada Agustus 2020 lalu mengungkapkan penyintas dapat membagikan informasi terkait Covid-19 kepada masyarakat tentang apa yang pernah dialaminya sehingga masyarakat menjadi lebih paham.

Hal itu diungkapkan Bimo dalam acara Bincang-Bincang Sabtu Pagi Penyintas Covid-19 yang digelar Lentera Talenta Indonesia secara virtual pada Sabtu (31/10/2020).

"Saya tidak malu sebagai seorang penyintas. Kita tidak perlu takut dan malu karena sebagai seorang penyintas kita dapat membagikan pengalaman apa yang kita rasakan kepada orang lain," kata Bimo.

Baca juga: PSBB Ketat Bakal Diberlakukan Lagi Jika Libur Panjang Bikin Kasus Covid-19 Membludak

Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Indonesia, Kesembuhan Lebih Tinggi dari Kasus Positif

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Babel, Bocah Tertular Ayahnya hingga Tiga Warga Bateng Tertular Transmisi Lokal

Menurut Bimo, saat ini stigma lingkungan terhadap para penyintas covid-19 masih terjadi di masyarakat Indonesia.

Hal itu karena pasien Covid-19 dianggap sebagai seseorang yang dengan penyakit yang buruk atau sebagai aib.

Stigma lingkungan itu, kata Bimo, berpengaruh terhadap mental atau psikologi.

Oleh karena itu menurut Bimo, penting bagi masyarakat menciptakan kondisi dan lingkungan kondusif yang penuh kasih sayang sehingga dapat menjadi penyemangat bagi para penyintas Covid-19.

"Teman-teman saya yang berada di satu lingkungan tidak mengucilkan karena sudah paham bagaimana harus memotivasi, menyemangati, itu tak terlepas juga dari seluruh perangkat yang ada di tempat pendidikan saya. Jadi saya merasakan itu yang perlu dibagikan kepada masyarakat," tambah Bimo.

Pasien Covid-19 Disarabkan Sering Tonton Video Lucu

Professor ekonomi di IPMI International Business School Roy Sembel yang juga merupakan penyintas Covid-19 menyarankan agar pasien yang masih berjuang menghadapi covid-19 lebih sering menonton video-video lucu dan tersenyum.

Roy menyampaikan hal itu karena dua hal tersebut banyak membantunya melewati masa sulit saat menderita covid-19.

Tidak hanya itu ia juga menyarankan agar para pasien juga terus yakin bahwa kondisinya akan lebih baik.

Ia juga menyarankan agar para pasien tetap mengkonsumsi makanan sehat dan banyak minum air putih.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved