Jangan Terlambat, Kenali Ciri-ciri Demam Berdarah Dengue pada Bayi
Begitu tubuh seseorang digigit nyamuk yang membawa virus dengue, dampaknya pada tubuh penderita DBD bisa beragam.
BANGKAPOS.COM - Demam berdarah dengue ( DBD) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan virus dengue.
Melansir laman resmi IDAI, penyakit DBD dapat ditularkan lewat gigitan nyamuk yang telah menggigit seseorang yang terinfeksi virus dengue.
Nyamuk Aedes aegypti merupakan penyebab utama penularan DBD.
Terkadang, DBD juga ditularkan oleh nyamuk Aedes albopictus, Aedes polynesiensis, dan Aedes scutellaris.
Begitu tubuh seseorang digigit nyamuk yang membawa virus dengue, dampaknya pada tubuh penderita DBD bisa beragam.
Ada yang terinfeksi tanpa gejala, mengalami demam tetapi bukan pelana kuda yang khas dialami penderita DBD, demam dengue, demam disertai gejala pendarahan, sampai syok.
Karena terkadang gejala DBD tidak menunjukkan tanda-tanda, banyak orang yang tidak segera berobat karena tidak menyadari terinfeksi virus dengue.
Lantas, seperti apakah beda ciri-ciri DBD pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa?
Beda gejala DBD pada bayi dan orang dewasa
Melansir buku Smart Parents (2010) oleh Ayu Bulan Febry KD, SKM dan dr Zulfito Marendra, gejala demam berdarah pada anak-anak dan orang dewasa cukup khas.
Tiga gejala utama DBD pada anak besar dan orang dewasa dikenal sebagai sindrom trias dengue.
Penderita DBD anak-anak besar dan orang dewasa umumnya mengalami panas tinggi mendadak, nyeri pada anggota tubuh (kepala, bola mata, punggung, dan sendi), serta timbul ruam.
Sedangkan ciri-ciri DBD pada bayi dan anak-anak saat awal terinfeksi virus dengue adalah demam ringan.
Selain demam ringan, di tubuh bayi dan anak-anak penderita DBD muncul ruam makulopapular, yakni ruam berbentuk bintik-bintik merah.
Penyakit DBD bisa ditanggulangi dengan pemberian cairan plasma sebagai akibat pendarahan di dalam tubuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepik-penyebab-dan-tanda-demam-pada-bayi-baru-lahir.jpg)