Berita Pangkalpinang
Ekonomi Tambang dan Dilema Para Buruh , Ini Kata Pengamat Ekonomi
Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen STIE Pertiba, Suhardi mengatakan ekonomi Bangka Belitung sangat dipengaruhi oleh komoditas timah (pertambangan).
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
"Penurunan kontribusi pertambangan bukan berarti melenyapkan ekonomi timah di Babel, keberadaan buruh tambang illegal terjadi selain karena kebutuhan ekonomi pekerja tambang, juga karena ada demand dan supply terhadap timah illegal, terkadang tidak logis ketika kita membaca data produksi PT Timah dan smelter-smelter yang ada di Babel dengan IUP yang dimiliki tampak ada over produksi, hal ini menunjukkan bahwa masih ada produksi yang diluar lokasi IUP," jelas Suhardi.
Dalam praktiknya, buruh tetaplah buruh yang harus taat kepada majikan yang mempekerjakannya, dan dalam menerima pekerjaanpun tidak ada selembar kertas yang menunjukkan atau memberikan jaminan bahwa hak-hak dan kewajiban mereka mendapatkan perlindungan.
Hal ini menunjukkan, daya tawar mereka terhadap nasib sangat rendah, jangan dibayangkan pekerja akan mendapatkan jaminan sosial atau asuransi perlindungan yang sepadan dengan risiko yang harus mereka tanggung.
Jasa pekerja pun dibayarkan terkadang berdasarkan fee per kilogram dari hasil timah yang dapat mereka peroleh dalam sehari, selebihnya akan sangat tergantung pada kebaikan dan kemurahan hati sang majikan.
"Tentu keadaan ini tidaklah diharapkan semua orang, terlebih lagi para buruh tambang yang terlibat langsung, namun sekali lagi rendahnya daya tawar ini dapat dipastikan karena mereka tidak punya pilihan pekerjaan, ketika memilih pekerjaan mereka sudah barang tentu harus mempertimbangkan ada atau tidaknya lowongan, tingkat Pendidikan, usia, dan keahlian atau kompetensi yang mereka miliki, dan celakanya ketika harus sudah dihadapkan pada persoalan ini tentu merek menyerah dan tidak dapat memenuhinya," ungkap Suhardi.
( Bangkapos.com / Cici Nasya Nita )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tambang22.jpg)