Pria Pasti Bisa! 9 Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum Hubungan Intim Pertama Kali
Pria Pasti Bisa! 9 Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum Hubungan Intim Pertama Kali
Pria Pasti Bisa! 9 Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum Hubungan Intim Pertama Kali
BANGKAPOS.COM -- Bagi para pria, malam pertama merupakan suatu hal yang paling ditunggu.
Adapun momen saat intim tersebut, adalah bagian yang paling 'sakral' dalam pernikahan.
Tapi, tunggu dulu. Anda juga harus memikirkan keresahan wanita di malam pertama.
Yakni, sebuah rasa sakit bagi wanita di malam pertamanya.
Setelah pasangan resmi menikah, momen yang kebanyakan dianggap orang paling penting adalah saat malam pertama.
Baca juga: Jennifer Jill Mendadak Suruh Arjun Berhubungan Intim dengan Wanita ini, Alasannya Mengejutkan
Baca juga: Aoki Vera Kicep saat Ditantang Balik Ustaz Abdul Somad, Rencana Jahatnya Buat Habib Rizieq Dibongkar
Baca juga: Foto-foto Resepsi Najwa Shihab Putri Habib Rizieq, Neno W dan Mantan Istri Prabowo Tulis Doa Ini
Meski sudah 'halal' untuk melakukan hubungan seks, namun ada juga orang-orang yang masih takut atau kaku ketika pertama kali melakukan hubungan intim.
Apalagi bagi pasangan wanita. Malam pertama sering kali tegang, karena banyak orang bilang hubungan seks pertama kali bagi wanita itu menyakitkan.
Melakukan hubungan seks pertama kali akan menjadi sebuah hal besar. Anggapan apapun yang kamu miliki, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui sebelum melakukan malam pertama.
Berikut tips malam pertama agar 'tak menyakitkan' dikutip Tribunmedan.com ( tribunnewsnetwork/ bangkapos.com ) dari Kompas.com :

1. Pilih lokasi
Temukan tempat kamu bisa intim dengan pasangan tanpa perlu khawatir atau terganggu.
Misalnya, jika kamu tinggal satu rumah dengan keluarga, maka malam pertama bisa dilakukan di tempat lain yang lebih tenang.
Baca juga: Video Viral Suami Minta Cium Istri Seusai Ijab Kabul, Penghulu Langsung Sebut Jangan Dulu!
2. Melupakan anggapan tentang "pertama kali"
Wanita mendengarkan banyak sekali pesan tentang seks dari media dan lingkungan. Cobalah untuk tidak fokus pada apa yang kamu pelajari dari televisi, film atau teman-temanmu soal "kehilangan keperawanan".