Breaking News:

Moirolog, Profesi Pelayat Profesional dari Yunani, Kerjanya Ikut Berduka di Pemakaman, Gajinya?

Moirolog, Profesi Pelayat Profesional dari Yunani, Kerjanya Ikut Berduka di Pemakaman, Gajinya?

Ioanna Sakellaraki via DW Indonesia
Seorang mirolog atau pelayat profesional di Yunani. (Ioanna Sakellaraki via DW Indonesia) 

Moirolog, Profesi Pelayat Profesional dari Yunani, Kerjanya Ikut Berduka di Pemakaman, Gajinya?

BANGKAPOS.COM -- Tahukah kamu, ada profesi sebagai pelayat profesional di Yunani, yang disebut sebagai moirolog.

Moirolog adalah ritual tradisional tentang kematian dalam budaya Yunani, yang biasanya dilakukan oleh kelompok perempuan.

Moirolog berasal dari kata moíra yang berarti takdir dan lógos yaitu pidato.

Jadi, moirolog dipekerjakan untuk menembang dan berduka saat prosesi pemakaman.

Mereka juga menemani keluarga yang ditinggalkan dalam melalui ritual kompleks pasca-kematian dalam budaya tradisional Yunani.

Baca juga: Ini 6 Obat Tradisional untuk Meningkatkan Gairah Seksual, Simak Bahan-bahannya, Tak Perlu Mahal!

Baca juga: Sudjiwo Tedjo Akui Tak Masalah Dicaci Bahas TNI Copot Baliho Rizieq: IQ-mu Nyangka Kubela Ormas Ini

Baca juga: Daftar 50 Idol K-Pop Paling Populer November 2020: Jimin BTS No 1 dan Semua Member BTS juga Masuk

Tradisi ini telah dilakukan selama berabad-abad lalu.

Ioanna Sakellaraki, seorang fotografer berusia 30 tahun yang berhasil mendapatkan dana dari Royal Photographic Society London, melakukan perjalanan ke desa-desa terpencil untuk menemukan para pelayat profesional ini dan mempelajari keberadaan mereka.

Proyek fotografinya berjudul The Truth is in the Soil, mengeksplorasi "rekayasa kesedihan" dengan mendokumentasikan kehidupan belasan moirolog yang dipekerjakan untuk berduka atas orang-orang yang mungkin belum pernah mereka temui.

ilustrasi pelayat profesional (Shutterstock)
ilustrasi pelayat profesional (Shutterstock)

Tradisi bersejarah tentang nyanyian "takdir"

Melansir DW Indonesia pada Sabtu (21/11/2020), para perempuan yang berkabung secara profesional di Semenanjung Mani di Yunani memandang pekerjaan mereka sebagai cara untuk membantu keluarga yang berduka, dan menemani almarhum dalam perjalanan ke alam baka.

Tembang duka yang mereka senandungkan disebut nyanyian "takdir", kata fotografer yang juga kandidat doktor di bidang filsafat itu kepada DW.

"Ini berasal dari semacam tradisi sejarah, improvisasi lisan."

Baca juga: Kisah Putri Haya, Istri Ke-6 Miliarder Dubai Selingkuh dengan Pengawal, Dibayar Mahal agar Diam

Tembang yang dinyanyikan para moirolog tersebut menceritakan kembali kisah kehidupan almarhum dengan improvisasi yang cerdas.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved