Senin, 4 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Jembatan Jerambah Gantung Masih dalam Tahap Pembangunan, Warga Berharap Segera Selesai

Jembatan Jerambah Gantung mulai dibangun kembali pasca jembatan penghubung antara Kota Pangkalpinang

Tayang:
Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kondisi pembangunan jembatan Jerambah Gantung, Rabu (25/11/2020) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Jembatan Jerambah Gantung mulai dibangun kembali pasca jembatan penghubung antara Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka ini roboh.

Di lokasi tersebut terlihat para pekerja proyek  membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh dan membangun kembali jembatan tersebut.

Tampak dua unit alat berat ekskavator, dikerahkan guna mempercepat pembangunan jembatan yang roboh pada Jum'at (16/10/2020) lalu.

Para pekerja proyek silih berganti menyeberangi aliran sungai Kerabut dengan menggunakan papan yang dibawahnya dipasang tumpukan drum dan berpegangan pada tali tambang yang dikaitkan di kedua sisi jembatan.

Ketika menyaksikan pembangunan jembatan Jerambah Gantung, Rouf mengungkapkan harapannya mengenai jembatan tersebut.

"Kalau jembatan ini sudah selesai kan aksesnya ke Balinijuk lebih gampang, apalagi yang mau ke UBB. Jadi tidak perlu lewat jalan utama, kalau kesini bisa mempercepat waktu juga," kata Rouf. 

Kondisi pembangunan jembatan Jerambah Gantung, Rabu (25/11/2020)
Kondisi pembangunan jembatan Jerambah Gantung, Rabu (25/11/2020) (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Terancam Molor

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kota Pangkalpinang, Suparlan mengungkapkan saat ini jembatan jerambah gantung masih dalam progres pembangunan pasca robohnya jembatan tersebut.

"Mereka sedang memperbaiki kekuatan jembatan, kemudian balok girder yang patah akan diganti dengan yang baru. Sekarang sudah diorder atau mungkin sudah datang di Pangkalbalam. Semua sudah diperbaiki sesuai dengan hasil dari tim ahli yang merekomendasikan, untuk perbaikan jembatan dan balok girder jadi ada lima set balok girder diganti semua," jelas Suparlan, Rabu (25/11/2020).

Saat ini Suparlan mengaku pembangunan jembatan yang menjadi akses penghubung, Kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka sudah memasuki 61 persen.

"Sekarang sudah 61 persen diluar balok girder jadi oprite jembatan jalan itu sudah hampir selesai, retaining wall pondasi penahan oprite jalan menuju jembatan juga sudah hampir selesai," kata Suparlan.

Dengan kondisi 61persen, sedangkan tenggat waktu pembangunan yakni 17 Desember 2020, Suparlan memastikan akan molor dari perjanjian awal proyek yang menghabiskan dana sebesar Rp 25 miliar.

"Jelas ini akan molor tetapi mekanisme kan ada dalam Perpres 16 diatur bahwa nanti ketika berakhirnya kontrak kita akan bayar apa adanya di lapangan. Misalkan sudah 70 persen yang 70 persen kita bayar, sisanya 30 persen dianggarkan di 2021 di anggaran perubahan," jelasnya.

"Mereka akan dikenakan biaya denda satu hari itu per mil, mereka mengerjakan di waktu pemeliharaan yang seharusnya, tapi karena ada masalah tadi dengan adanya musibah itu mereka tetap melanjutkan cuma dibayar dengan bobot terakhir pada tanggal kontrak sisanya dimasukkan ke anggaran 2021," tambahnya.

Sementara itu menanggapi terkait tiang pancang yang dipotong, Suparlan pun menanggapinya hal tersebut merupakan hal yang wajar.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved