Apa Itu Noken Papua yang Jadi Google Doodle Hari Ini?
Noken tidak hanya sebatas tas, tapi memiliki berbagai makna. Noken dibuat oleh wanita Papua dengan menggunakan bahan-bahan alam.
Noken juga dianggap sebagai simbol kesuburan perempuan, kehidupan yang baik, dan perdamaian.
Filosofi Noken
Noken dibuat dari bahan-bahan alam. Jenis pohon yang dipakai untuk membuat noken, yakni serat pohon Yonggoli dan pohon Huisa.
Kedua pohon tersebut tumbuh liar di hutan Papua. Serat-serat tersebut kemudian dianyam atau dirajut.
Bagi masyarakat Papua, noken mengandung banyak nilai filosofis.
Noken tidak hanya sekedar tas untuk membawa barang, tapi juga banyak nilai-nilai yang diajarkan nenek moyang Papua kepada generasi sekarang.
Baca juga: Fakta Noken Papua, Tas Serat Kayu Buatan Mama-mama Papua yang Dijadikan Google Doodle Hari Ini
Noken dibuat secara khusus oleh wanita Papua. Bahkan mama-mama mengajarkan kepada anak-anak perempuan membuat noken hingga bisa membuat sendiri.
Kemampuan membuat noken melambangkan tanda kedewasaan seorang wanita.
Tidak hanya itu, wanita yang tidak bisa membuat noken tidak boleh menikah hingga benar-benar bisa membuat noken sendiri.
Namun dengan perubahan zaman, adat istiadat seperti itu sudah mulai terkikis dan perlahan mulai hilang.
Sebagai warisan budaya dunia UNESCO menetapakan noken sebagai warisan budaya dunia tak benda. Penetapan tersebut dilakukan di Paris, Prancis, pada 4 Desember 2012.
Noken digolongkan dalam kategori 'in Need of Urgent Safeguarding' atau warisan budaya yang membutuhkan perlindungan mendesak.
Noken masuk dalam ranah tradisi dan ekspresi lisan, pengetehuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semseta, dan kemahiran kerajinan tradisional.
Noken Papua adalah hasil daya cipta, rasa dan karma yang dimilili manusia berbudaya dan beradat.
Noken Papua merupakan bagian dari prestasi pencapaian masyarakat noken Papua sendiri atas tumpuan harapan yang memoles bakat alami melalui kemahiran kerajinan tangan.
Noken adalah hasil kerajinan tangan masyarkat Papua. Noken sudah tersohor di tanah Papua dengan kearifan sosial budayanya.
Penulis : Ari Welianto
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Noken, Tas Tradisional khas Papua yang diakui UNESCO"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/noken-papua-tas-tradisional-khas-masyarakat-papua.jpg)