Senin, 27 April 2026

Keistimewaan Noken Tas Tradisional Papua Bukan Sekadar Tas tapi Punya Nilai Sentimental

Noken sendiri dalam budaya Papua memang memiliki nilai sentimental tersendiri bagi masyarakat Papua.

Editor: fitriadi
Kompas.com
Rosa merajut Noken tas tradisional masyarakat Papua di acara United Nations Day 2019, Indonesian Heritage for Global Peace and Sustainanle Development, Selasa (2/12/2019). 

Untuk prosesnya sendiri, kulit kayu yang sudah diambil dari batang kemudian dipisahkan antara kulit dan serat.

Setelah terpisah, serat kayu kemudian ditumbuk dan diremas-remas.

Setelahnya lalu dijemur supaya kering. “Setelah kering lalu dipotong jadi tipis-tipis dan dijadikan benang seperti ini. Kalau sudah begitu baru bisa dipintal jadi noken.

Selain pakai serat kayu noken juga kadang dicampur dengan akar, biasanya pakai akar pohon beringin.

Dalam acara tersebut, terdapat juga beberapa noken yang terbuat dari benang biasa.

Menurut Rosa, penggunaan benang jadi variasi semata untuk mempercantik bentuk dan warna noken.

Namun sebenarnya, noken yang paling bagus dan kuat tetaplah noken yang terbuat dari bahan serat kayu.

Noken sendiri adalah tas tradisional Papua yang dipakai oleh hampir setiap orang Papua.

Noken digunakan untuk beragam keperluan. Mulai dari membawa barang, buah-buahan, harta benda, hingga gendongan bayi.

Di Papua sendiri ada lebih dari 250 suku. Uniknya, setiap suku memiliki gaya sendiri dalam merajut noken.

Rosa mencontohkan, suku yang tinggal di pegunungan pasti memiliki model noken berbeda dengan suku yang ada di daerah pantai.

“Kalau saya dari Sorong, daerah pantai jadi bikinnya yang pakai kulit kayu seperti ini. Kalau suku dari gunung buatnya pasti model yang berbeda,” jelas Rosa.

Google Doodle mengangkat tema erayakan Warisan Budaya Noken Papua . (Google Doodle)
Google Doodle mengangkat tema erayakan Warisan Budaya Noken Papua . (Google Doodle) (Google Doodle)

Namun untuk segi pengerjaan, menurut Rosa hampir semua suku di Papua punya cara mengerjakan noken yang serupa.

Para wanita akan merajut noken di sela-sela waktu luang mereka mengurus rumah.

Maka dari itu ada noken yang bisa dikerjakan secara santai, tapi ada juga noken yang proses pengerjaannya perlu waktu lebih fokus karena berukuran besar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved