Sabtu, 18 April 2026

Waspadai Keracunan Makanan, Segera Cari Bantuan Medis Jika Mengalami Gejala Ini

Mengonsumsi makanan yang mengandung toksin beracun juga bisa menyebabkan keracunan makanan.

Editor: suhendri
Freepik.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Keracunan makanan adalah keluhan yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang mengandung bakteri, virus, atau parasit merugikan.

Meskipun banyak makanan mengandung organisme yang berpotensi membahayakan, biasanya organisme tersebut dapat dimusnahkan selama proses memasak.

Tetapi, jika Anda tidak mempraktikkan kebersihan yang baik dan metode penyimpanan makanan yang tepat, seperti tidak rajin mencuci tangan dan menyimpan daging mentah di dasar lemari es secara benar, makanan yang dimasak pun dapat terkontaminasi dan membuat Anda sakit.

Mengonsumsi makanan yang mengandung toksin beracun juga bisa menyebabkan keracunan makanan.

Racun ini secara alami dapat ditemukan dalam makanan, seperti beberapa spesies jamur atau diproduksi oleh bakteri dalam makanan yang telah membusuk.

Gejala keracunan makanan

Karena ada banyak jenis organisme yang dapat menyebabkan keracunan makanan, gejala dan tingkat keparahannya dapat bervariasi.

Selain itu, jeda waktu antara makan dan munculnya gejala keracunan makanan pada masing-masing orang juga dapat berlainan, yakni bisa beberapa jam hingga beberapa hari.

Maka dari itu, terkadang cukup sulit untuk bisa mengidentifikasi makanan yang menjadi penyebab keracunan.

Namun, beberapa makanan telah teridentifikasi memiliki risiko yang lebih besar untuk dapat mengakibatkan keracunan makanan daripada makanan lainnya.

Makanan yang dimaksud tersebut, termasuk:

* Daging sapi dan daging ayam yang kurang matang

* Telur

* Produk susu yang tidak dipasteurisasi

* Kerang

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved