Rocky Gerung sebut Jokowi tak Paham Dampak Peristwa Tewasnya Simpatisan FPI dan Penangkapan HRS

Rocky Gerung sebut Jokowi tak Paham Dampak Peristwa Tewasnya Simpatisan FPI dan Penangkapan HRS

TRIBUN NEWS / HERUDIN dan Youtube Rocky Gerung Officia
Jokowi dan Rocky Gerung. 

Rocky Gerung sebut Jokowi tak Paham Dampak Peristwa Tewasnya Simpatisan FPI dan Penangkapan HRS

BANGKAPOS.COM -- Akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung menyebut Presiden Jokowi tak memahami dampak yang ditimbulkan dari kasus tewasnya simpatisan FPI dan penangkapan Habib Rizieq Shihab ( HRS ).

Bahkan, Rocky Gerung menganggap, Jokowi justru menganggap remeh kasus tewasnya simpatisan FPI dan penangkapan Rizieq Shihab.

Diketahui bersama, Presiden Jokowi buka suara soal kasus penangkapan Rizieq Shihab, tewasnya 6 simpatisan FPI dan serta tewasnya empat warga Sigi.

Berikut ini pernyataan lengkap Presiden Jokowi :

"Perlu saya tegaskan bahwa negara kita ini adalah negara hukum, oleh karena itu hukum harus dipatuhi dan dtegakkan,

Baca juga: Profil Karen Nijsen, Wanita Viral yang Cium Gading Marten, Lebih Muda dari Gisel Masih 20 Tahun

Baca juga: Inilah Alasan Djoko Tjandra Tunjuk Tommy Sumardi untuk Mengurus Red Notice

Baca juga: Joko Widodo Alias Bang Toyib, Sosok Penting di Balik Update Naik Turunnya Debit Bengawan Solo

untuk apa ? untuk melindungi kepenting masyarakat, bangsa dan negara,

jadi sudah merupakan kewajiban aparat penegak hukum untuk menegakan hukum secara tegas dan adil,

aparat hukuk dilindungi oleh hukum dalam menjalankan tugasnya,

untuk tidak tidak boleh ada warga dari masyara yang semena-semna melanggar hukum apalagi membahayakan bangsa dan negara,

dan aparat hukum tidak boleh mundur sediktipun, aparat penegak hukum juga wajib mengikuti aturan hukum dalam menjalankan tugas, melindungi hak asasi manusia dan menggunakan kewenangannya secara wajar dan terukur.

dan jika ada perbendaan pendapat, biasanya ada, tentang proses penegakan hukum saya minta agar menggunakan mekanisme hukum,

ikuti prosedur hukum, ikuti proses peradilan, hargai keputusan pengadilan, jika perlu memerlukan lembaga independen kita memiliki Komnas HAM, masyarakat bisa menyampaikan pengaduannya," kata Presiden Jokowi.

Baca juga: Ayah dan Ibu Tega Berbuat Keji pada Anak Kandung, Sang Ayah Hamili Putrinya, Si Ibu Malah Menganiaya

Baca juga: Seorang Polisi Ditemukan Tewas Dalam Selokan, Jasadnya Dikira Boneka, Hanya Kaki yang Tampak

Soal pernyataan Presiden Jokowi, Rocky Gerung justru menyebut itu hanya sebuah setingan.

"Saya terpaksa mengingat saya pernah ngajar filsafat dan pskis analsis, semacam upaya memamerkan keseriusan,

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved