Jumat, 15 Mei 2026

Kisah Tragis Mata Hari, Sang Mata-mata Ganda Tersohor di PD I yang Dipuja-puja

Lahir di Belanda pada tahun 1876, Mata Hari menjadi penari dan pelacur eksotis, menghabiskan sebagian besar waktunya

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
via tribun jatim/grid
penari eksotis/Mata Hari 

Sekembalinya pada tahun 1917, Margaretha ditangkap di Paris, diduga membawa cek Jerman dengan jumlah yang cukup besar.

Mata Hari diadili, dituduh memata-matai Jerman dan disalahkan atas nasib lima puluh ribu tentara.

Dia mempertahankan ketidakbersalahannya, tetapi publik Prancis yang marah, yang pada saat itu menderita kerugian besar dalam perang.

Baca juga: 28 Tahun Dipenjara, Pria Ini Mendapat Kompensasi Rp135 Miliar, Ternyata Salah Tangkap, Ini Jelasnya

Pewarnaan oleh Olga Shirnina
Mata Hari
Pewarnaan oleh Olga Shirnina__
Mata Hari

Lebih buruk lagi, persona Mata Hari-nya terungkap sebagai palsu, yang selanjutnya menghancurkan reputasi dan kredibilitasnya.

Kekasihnya Kapten Maslov meninggalkannya dan menolak untuk bersaksi atas namanya.

Pada usia 41, setelah meniup ciuman kepada algojo dan menolak penutup mata, Margaretha Zelle (Mata Hari) menemui kematiannya di hadapan regu tembak Prancis pada tanggal 15 Oktober 1917.

Untuk mengenang Mata Hari, seorang seniman Rusia Olga Shirnina kemudian memberikan warna pada foto-foto lawas dirinya.

(*)

Artikel ini telah tayang di INTISARI ONLINE dengan judul Bawa Tarian Indonesia Mendunia, Mata Hari Sang Mata-mata Ganda Tersohor dalam PD I Dipuja-puja hingga Berakhir Tragis, Foto-foto Berwarnanya Buktikan Betapa Memesona Dirinya 

Sumber: Intisari
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved