Breaking News:

Musa Sopir yang Baik Hati, Ikhlas Dibayar Penumpang Rp 200, Namun Mendadak Kecewa Karena Orang Ini

Musa Sopir yang Baik Hati, Ikhlas Dibayar Penumpang Rp 200, Namun Mendadak Kecewa Karena Orang Ini

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
TribunJakarta/Ist
Musa Sopir yang Baik Hati, Ikhlas Dibayar Penumpang Rp 200, Namun Mendadak Kecewa Karena Orang Ini 

Oknum tersebut bermaksud meminta donasi.

"Tapi ada yang mengaku-ngaku cucunya Bapak. Lalu sudah saya DM. Jadi videonya diduetin sama bapak saya ya untuk menggalang dana. Akun tersebut palsu. Itu dia juga ngaku bahwa yang di video itu namanya Pak Marsukin, tinggal di Kebumen. Itu hoax," kata Eva, anak pertama Musa saat ditemui di Jalan Tipar RT 1 RW 6, Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, Depok, Senin (25/1/2021).

Terkait itu, Musa menyarankan agar bantuan lebih baik diberikan kepada mereka yang lebih membutuhkan.

Meski begitu, Musa tetap mempersilakan para warganet yang penasaran dengan sosoknya untuk bersilaturahmi.

"Saya kalau bisa enggak usah ada donasi. Jangan diadain. Kalau istilahnya mau kenal mau dekat enggak usah pakai donasi aja. Saya merasa masih ada yang lebih membutuhkan," katanya.

"Kalau mau ada kesadaran mau datang ke sini silakan, mau silaturahmi silakan, kalau mau upen donasi juga anak saya enggak ngizinin," tambahnya.

Musa memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sudah banyak memuji kesabarannya.

Saat ini, Musa tetap menjalani kehidupannya seperti biasanya.

Ia tetap berangkat menarik omprengan dan sudah memafkan penumpang tersebut.

Seperti diberitakan TribunJakarta, Musa rupanya sudah menjadi sopir sejak puluhan tahun lalu.

Ia sudah menjadi sopir angkot jurusan Taman Bunga-Cililitan sedari tahun 1975.

Enam tahun belakangan, ia menjadi sopir omprengan di kawasan Kalisari.

"Saya sudah biasa menghadapi penumpang. Saya sudah jadi sopir angkot dari tahun 1975. Kemudian omprengan ini baru enam tahun belakangan aja," ungkapnya.

Meski di usia yang sudah senja, Musa tetap menjalani tugasnya sebagai kepala keluarga.

Ia tetap mencari nafkah untuk istrinya, Siti Sumarni (58) dan anak bungsunya.

Karena tiga anaknya sudah menikah, kehidupan keluarganya turut dibantu oleh anak-anaknya.

"Saya narik dari pukul 06.00-12.00 WIB. Kalau sudah capek (lelah) ya pulang aja. Sekarang juga sepi. Bersih-bersih, saya cuma dapat Rp 20 ribu. Tapi Alhamdulillah anak-anak pada peduli dan bantuin saya," jelasnya.

"Makanya pas ada kejadian seperti itu, saya cuma mikir kok ada orang yang kayak gitu. Tapi saya cuma berucap bahwa itu bukan rezeki saya aja dan mungkin rezeki saya di orang lain," tambahnya.

(TribunnewsBogor.com/TribunJakarta.com)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Kisah Musa yang Ikhlas Dibayar Penumpang Rp 200, Awalnya Dipuja Mendadak Kecewa Karena Orang Ini

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved