Jangan Sepelekan 6 Komplikasi Penyakit Celiac
Penyakit celiac adalah penyakit autoimun yang terjadi akibat mengonsumsi gluten.
Jika Anda memiliki saudara kembar identik dengan penyakit celiac, ada kemungkinan 75 persen Anda juga akan mengembangkan kondisi tersebut.
Penelitian menunjukkan penyakit celiac sangat terkait dengan sejumlah mutasi genetik (perubahan abnormal pada instruksi yang mengontrol aktivitas sel) yang memengaruhi sekelompok gen yang disebut gen HLA-DQ.
Gen HLA-DQ bertanggung jawab untuk pengembangan sistem kekebalan dan dapat diturunkan melalui sebuah keluarga.
Namun, mutasi pada gen HLA-DQ sering terjadi dan terjadi pada sekitar sepertiga populasi.
Ini menunjukkan bahwa hal lain, seperti faktor lingkungan, pasti memicu penyakit celiac pada orang tertentu.
2. Faktor lingkungan
Anda lebih mungkin mengembangkan penyakit celiac jika Anda mengalami infeksi sistem pencernaan (seperti infeksi rotavirus) selama masa kanak-kanak.
Juga, ada bukti bahwa memasukkan gluten ke dalam makanan bayi Anda sebelum mereka berusia 3 bulan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit celiac.
Kebanyakan ahli merekomendasikan menunggu sampai anak Anda berusia minimal 6 bulan sebelum memberi mereka makanan yang mengandung gluten.
Mungkin juga ada peningkatan kemungkinan bayi terkena penyakit celiac jika mereka tidak disusui saat gluten dimasukkan ke dalam makanan.
3. Kondisi kesehatan lainnya
Sejumlah kondisi kesehatan lain dilaporkan dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit celiac.
Ini termasuk:
* Diabetes tipe 1
* Kondisi tiroid
* Kolitis ulserativa, yakni kondisi pencernaan yang menyebabkan radang usus besar (usus besar)
* Gangguan neurologis (yang memengaruhi otak dan sistem saraf) seperti epilepsi
* Down's syndrome dan Turner's syndrome
Tidak jelas apakah kondisi kesehatan ini secara langsung meningkatkan risiko terkena penyakit celiac, atau apakah penyakit tersebut dan penyakit celiac keduanya disebabkan oleh penyebab tunggal lainnya.
Beberapa orang dengan penyakit celiac mungkin menemukan bahwa makan oat dapat memicu gejala.
Ini karena beberapa oat mungkin terkontaminasi oleh biji-bijian lain selama produksi.
Oat juga mengandung protein yang disebut avenin, yang mirip dengan gluten.
Kebanyakan orang dengan penyakit celiac dapat makan avenin dengan aman.
Namun, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa sejumlah kecil orang mungkin masih sensitif terhadap produk yang bebas gluten dan tidak mengandung oat yang terkontaminasi. (Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 3 Penyebab Penyakit Celiac yang Perlu Diwaspadai
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepik_______ilustrasi_______penyakit-menyerang-usus.jpg)