Dikeroyok Saat Lerai Perkelahian Pesilat, Kompol Aditya Sudah Dua Tahun Terbaring tak Berdaya
Ia menjadi korban pengeroyokan para pendekar silat di Wonogiri saat melaksanakan tugasnya melerai perkelahian
BANGKAPOS.COM - Kompol Aditya Mulya hingga saat ini masih terbaring tak berdaya akibat pengeroyokan sejumlah pendekar silat dua tahun lalu.
Ia menjadi korban pengeroyokan para pendekar silat di Wonogiri saat melaksanakan tugasnya melerai perkelahian dua kelompok silat.
Saat itu, Aditya Mulya, sedang mejabat Kasat Reskrim Polres Wonogiri.
Saat itu lah pengeroyokan terjadi.
Dua tahun sudah kasus pengeroyokan Kompol Aditya Mulya berlalu.
Mantan Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Kompol Aditya Mulya Ramdhani sampai saat ini kondisinya belum pulih sepenuhnya.
Kompol Aditya sempat kritis setelah menjadi korban pengeroyokan massa saat mengamankan perkelahian perguruan silat, 8 Mei 2019.
Hampir dua tahun berjalan, kini kondisi Kompol Aditya Mulya Ramdhani (36) hanya bisa terbaring di tempat tidur.
Kronologis
Aditia adalah korban pengeroyokan kelompok perguruan pencak silat Persaudaraan Silat Hati Terate (PSHT).
Ketika itu, Mei 2019, Kompol Aditia menjabat sebagai Kepala Reskrim Polres Wonogiri.
Dia hendak membubarkan bentrok perguruan pencak silat tersebut.
Namun, bukannya massa bubar malah mengeroyoknya hingga cidera berat di kepala.
Akibat peristiwa itu, Aditia menderita cedera di bagian tengkorak kepalanya karena dipukuli dengan batu.
Dewi Setyawati (40), istri Kompol Adita menceritakan kondisi suami tercintanya itu.
“Belum begitu banyak perubahan karena kebetulan kerusakan parah berada di otaknya,” kata dia, Kamis (4/2/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/periwira-polisi-korban-pengeroyokan-pendekar-silat-di-wonogiri.jpg)