Rabu, 6 Mei 2026

Virus Corona

BPOM Beri Izin Darurat, Lansia Bakal Terima Suntik Vaksin Covid-19, Ini Risikonya

BPOM Beri Izin Darurat, Lansia Bakal Terima Suntik Vaksin Covid-19, Ini Risikonya

Tayang:
Penulis: Teddy Malaka CC |
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Ilustrasi Vaksinasi CoronaVac di RSUD Kabupaten Bangka Selatan 

Faktanya, Dilansir dari Tribunnews.com, Juru Bicara Vaksin Covid-19 PT Bio Farma, Bambang Heriyanto membantah hal tersebut dengan menegaskan bahwa Vero Cell yang telah diinokulasi dengan SARS-CoV-2 itu tidak akan terbawa hingga proses akhir pembuatan vaksin.

Ia menambahkan, vaksin corona produksi Sinovac merupakan jenis in activated virus atau virus yang dimatikan.

In activated virus merupakan cara umum yang biasa digunakan dalam pembuatan vaksin.

Bambang memastikan, vaksin yang akan digunakan di masyarakat benar-benar terjamin mutu dan kualitasnya.

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin Covid-19 halal dan suci.

Orang Pertama yang Divaksin

Presiden menjadi orang pertama yang menerima vaksinasi massal secara gratis. 

Usai disuntik vaksin Covid-19 sekitar pukul 9.42 Wib, Presiden berkegiatan seperti biasa. Salah satunya berbincang dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. 

Sebelumnya usai disuntik, Presiden mengikuti proses observasi terlebih dahulu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kejadian Ikutan Pasca-imunasisi (KIPI). Proses observasi tersebut dilakukan  di Ruang Oval, Istana Merdeka, selama sekitar 30 menit.

Untuk diketahui sekitar pukul 09.36 WIB, presiden mengikuti proses vaksinasi. Presiden yang mengenakan kemeja putih lengan pendek, tampak berjalan menuju teras Istana Merdeka yang telah ditata seperti tempat simulasi vaksinasi di puskesmas beberapa waktu lalu. 

Sebelum disuntik vaksin, Presiden terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan verifikasi data, serta penapisan kesehatan, antara lain pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah.

Hasil penapisan kesehatan oleh petugas menunjukkan suhu tubuh Presiden saat diperiksa adalah 36,3 derajat celcius dan tekanan darah 130/67 mmHg.

Presiden juga menjawab sejumlah pertanyaan seputar riwayat kesehatan hingga dinyatakan sehat dan layak mengikuti vaksinasi.

Kepala Negara kemudian menuju meja berikutnya di mana proses penyuntikan dilakukan.

Adapun yang bertindak selaku vaksinator presiden adalah Wakil Ketua Dokter Kepresidenan, Prof. dr. Abdul Muthalib, Sp.PD-KHOM dengan dibantu seorang asisten yang mempersiapkan peralatan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved