Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona

BPOM Beri Izin Darurat, Lansia Bakal Terima Suntik Vaksin Covid-19, Ini Risikonya

BPOM Beri Izin Darurat, Lansia Bakal Terima Suntik Vaksin Covid-19, Ini Risikonya

Tayang:
Penulis: Teddy Malaka CC |
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Ilustrasi Vaksinasi CoronaVac di RSUD Kabupaten Bangka Selatan 

yaitu terdapat kadar antibodi 97,96 persen 28 hari setelah pemberian dosis kedua.

“Uji klinis fase ketiga yang berlangsung di Brazil dengan melibatkan subjek lansia sebanyak 600 orang telah diperoleh hasil bahwa pemberian vaksin ini pada kelompok usia 60 tahun ke atas menunjukkan vaksin aman dan tidak ada efek samping serius yang dilaporkan,” ujarnya.

Penny menambahkan, efek samping yang dilaporkan dari uji klinis tersebut bersifat ringan dan tidak serius, yaitu nyeri, mual, demam, bengkak, kemerahan pada kulit, dan sakit kepala. (UN)

Efek Vaksin 

Sejumlah hoax bertebaran seiring dengan program vaksinasi Covid-19 yang dijalankan pemerintah. Mulai dari bahan baku yang tak halal hingga efek vaksin yang katanya bisa memperpanjang penis.

Vaksin Covid-19 dikabarkan bisa memberikan perubahan pada alat vital pria. Kabar tersebut ternyata tak benar,

Sejumlah kabar beredar di masyarakat terkait pengaruh Vaksin Covid-19 yang bisa memperbesar penis. Kementerian Komunikasi dan Informasi memastikan bahwa kabar itu disinformasi yang tersebar.

Melasnir Kominfo, beredar di media sosial Facebook sebuah gambar hasil tangkapan layar dari siaran langsung berjudul "Vaksin Covid-19 Memperbesar Ukuran Penis" (Covid Vaccine Enlarges Penis!).

Disebutkan pula bahwa penelitian menunjukkan rata-rata panjang penis meningkat 23 persen.

Dikutip dari Antaranews.com, menurut pemeriksaan fakta Pesacheck.org, unggahan yang beredar di Facebook tersebut adalah hoaks.

Foto itu pertama kali dibuat dengan menggunakan "Break Your Own News" dengan tujuan parodi saja. "Break Your Own News" adalah situs untuk membuat meme yang menggunakan format "breaking news".

Pengguna dengan mudah tinggal menempelkan foto serta membuat judul yang diinginkan.

Situs itu sebelumnya telah mengimbau penggunanya untuk berhati-hati atas apa yang dibuat dan kemungkinan unggahan tersebut disebarluaskan.

Selain informasi tersebut, Kominfo juga memastikan disinformasi yang menyebutkan bahwa vaksin Sinovac mengandung Vero Cell atau sel kera hijau Afrika.

Dalam unggahannya, disertakan foto kemasan vaksin Sinovac serta foto hasil tangkapan layar definisi Sel Vero menurut situs Wikipedia. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved