Jumat, 1 Mei 2026

JEJAK Asmara Bung Karno, Mulai dari Kecemburuan Siti Oetari hingga Kehadiran Inggit Garnasih

Soekarno pindah ke Bandung pada tahun 1921 setelah tinggal di sebuah kost di Tjokro, Surabaya selama bertahun-tahun

Tayang:
idea
Soekarno 

Ada faktor lain yang membuat Soekarno tidak merasa bahagia menikah dengan Oetari, yaitu kehadiran Inggit Garnasih.

Soekarno sering melampiaskan kegelisahannya akan Oetari kepada Inggit.

Oetari dianggap seperti bayi yang tidak mengerti alur dan jalan pikiran Soekarno.

Selain itu, Soekarno juga tidak menemukan sosok keibuan pada Oetari, seperti Suharsikin bagi Tjokroaminoto.

Selama tinggal di rumah kost Tjokro, Soekarno mendambakan kehidupan pernikahannya seperti Tjokroaminoto-Suharsikin.

Hubungan anak kost dengan ibu kostnya itu pun semakin intensif.

Perbincangan keduanya kerap berlangsung hingga larut malam.

Bahkan keduanya disebut makin mesra saat Sanusi, suami Inggit, sudah tidur.

Kedekatan itulah yang membuat Oetari cemburu.

Kecemburuan itu juga yang menyebabkan Soekarno meminta pisah ranjang. 

Kemudian pada akhir 1921, muncul kabar bahwa Tjokroaminoto ditangkap Belanda.

Soekarno pun pergi ke Surabaya untuk membantu meringankan beban mertuanya itu.

Sedangkan Oetari tetap tinggal di Bandung.

Di Surabaya, Soekarno berperan sebagai kepala keluarga menggantikan Tjokro yang dibui.

Dia bahkan menopang pendidikan dua adik Oetari, Anwar dan Harsono, yang sempat terhenti.

Sumber: Intisari
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved