Jumat, 8 Mei 2026

JEJAK Asmara Bung Karno, Mulai dari Kecemburuan Siti Oetari hingga Kehadiran Inggit Garnasih

Soekarno pindah ke Bandung pada tahun 1921 setelah tinggal di sebuah kost di Tjokro, Surabaya selama bertahun-tahun

Tayang:
idea
Soekarno 

Soekarno menjadi guru di rumah, karena Anwar dan Harsono dikeluarkan sekolah akibat akibat aktivitas politik Tjokro.

Meski menjalankan perannya dengan baik sebagai kepala keluarga Tjokro, Soekarno menyimpan kegelisahan.

Pria bernama kecil Kusno itu tidak lagi merasakan kebahagiaan pernikahan dengan Oetari.

Kegelisahan itu makin terasa saat keduanya berjauhan.

Bercerai dengan Oetari

Setelah 7 bulan tinggal di Surabaya, Soekarno kembali ke Bandung pada Juli 1922.

Namun, kepulangan dan bertemu kembali dengan Oetari tidak membuat hubungan cintanya membaik.

Soekarno bahkan disebut sempat pulang ke Blitar untuk berkeluh kesah ke ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai.


Sosok Inggit Garnasih Istri Presiden Soekarno yang Setia Temani Masa-Masa Sulit sang Proklamator
Sosok Inggit Garnasih Istri Presiden Soekarno yang Setia Temani Masa-Masa Sulit sang Proklamator (Kompas)

Tidak hanya itu, bahkan Soekarno juga menceritakan tentang Inggit, perempuan Priangan yang diakuinya telah mengisi relung hati.

Soekarno seperti tidak melihat Inggit sebagai istri Sanusi, melainkan perempuan single.

Saat itulah Soekarno seperti berada di persimpangan, antara Oetari dan Inggit.

Sepulangnya ke Bandung, Soekarno pun berniat untuk memulangkan Oetari ke rumah orangtuanya di Surabaya.

Niat itu bahkan diceritakannya kepada Inggit.

Dalam otobiografi yang ditulis Cindy Adams, Soekarno mengaku bahwa Oetari bukan perempuan yang tepat untuknya.

"Ia bukan idamanku, oleh karena itu tidak ada tarikan lahir dan dalam kenyataan kami tak pernah saling mencintai," tutur Soekarno.

Sumber: Intisari
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved