Kamis, 4 Juni 2026

Khusus Kaum Hawa, Yuk Kenali Jenis dan Penyebab Keputihan dan Cara Mengatasinya dari Dokter Vania

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr Vania V Lasrindy berbagi pengetahuan tentang keputihan dan cara mengatasinya.

Tayang:
Penulis: Andini Dwi Hasanah |
tangkapan layar/Andini Dwi Hasanah
Bincang sehat bereng dokter Siloam Hospitals Bangka, bersama dokter Spesiali Kulit dan Kelamin, dr. Vania V Lasrindy, Jumat (19/2/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr Vania V Lasrindy berbagi pengetahuan tentang keputihan dan cara mengatasinya.

"Kita sebagai wanita sebetulnya hampir semua pernah keputihan, baik itu sifatnya keputih normal maupun dan upnormal, karena keputihan ada dua yang normal dan upnormal yang keluar tidak wajar," demikian kata dr. Vania V Lasrindy dibincang sehat bereng dokter Siloam Hospitals Bangka, Jumat (19/2/2021).

Kata Vania, keputihan itu cairan yang keluar dari organ kewanitaan tapi bukan darah menstrurasi. Untuk keputihan normal umumnya setiap wanita biasa mengalami keputihan di satu siklus menstruasi atau masa-masa subur.

Sedangkan keputihan upnormal, keputihan yang keluar dengan jumlah yang banyak dan dalam rentang waktu yang sering.

"Kalau yang normal keluarnya tidak dalam jumlah banyak, warna bening tidak putih, dan tidak menimbulkan bau, dan juga tidak menimbulkan gejala lain seperti gatal, dan kemerah-merahan. Kalau yang upnormal jadi warnanya kuning, jadi seperti nanah, atau abu-abu, dan bentuknya tidak cair tapi juga bergumpal-gumpal, dan disertai gatal dialat kelaminnya," jelas Vania.

Menurutnya, penyebab keputihan biasanya disebabkan karena infeksi di organ intim wanita, atau pertumbuhan bakteri yang berlebih di area keanitaan itu.

"Jadi bisa saja kalau bagian kewanitaan lembab menyebabkan keputihan. Terus sering kali wanita itu mengalami keputihan karena jamur, dan setengahnya pasti mengeluhkan kalau keputihan karena jamur ini lebih cenderung gatal, warnanya putih, cairanya bergumpal, dan kalau yang berat bisa sampai bengkak juga," sebutnya.

"Biasanya yang paling beresikok kena keputihan karena jamur ini biasanya dari orang-orang yang punya sakit gula, atau deabetes militus, karen daya tahan tubuh didaerah sana itu sudah turun dan berbeda, dan juga orang-orang yang menggunakan kontrasepsi juga ada yang mengalami bahkan mudah terjadi," tambahnya.

Vania menyebutkan, untuk membersihkan area kewanitaan juga bisa menggunakan sabun biasa, namun tidak perlu dibersihkan dengan cara yang keras.

"Kalau kita buang air besar kalau bisa jangan sampai kotoran yang dari belakang ketika kita membersihkan masuk ke dalam kewanitaan kita. Dan penting juga membersihkan kewanitaan dengan sabun namun tidak perlu yang terlalu wangi cukup bersihkan dengan lembut. Kalaupun selesai buang air kecil kalau bisa kita bersihkan dulu jangan langsung menggunakan celana tapi dikeringkan dulu," paparnya.

Vania menambabkan, kalau bisa dalam pencucian celana bagian dalam sendiri tidak begitu dianjurkan untuk menggunakan pewangi yang berlebihan, cukup sekedarnya saja.

Vania juga menambhakan, untuk makanan sendiri sebetulnya tidak ada batasan, hanya saja untuk yang mempunyai riwayat gula datah bisa dikurangi makanan dan minuman manis.

"Keputihan karena jamur kalau setau saya tidak ada pengaruhnya kalau mau makan timun ya g sering ditakutkan, hanya saja pada orang yang gula darahnya tidak terkontol baiknya minum dan makannya jangan terlalu manis, karena memang pada orang yang ada jamur divaginanya kadar gula dalam daeahnya bisa meningkat juga, tapi kalau konsumsi nanas sama timun setau saya bwlum ada lembuktian," bebernya.

Vania menuturkan, keputihan juga bisa disebabkan oleh berganti-gantinya pasangan hubungan seksual. Sedangkan untuk laki-laki juga berpotensi keputihan namun tidak sama seperti wanita pada umumnya, keluar cairan yang bukan cairan sperma dan berwarna seperti nanah.

Menurutnya, cara mengatasi keputihan sendiri sejak dini mulai jaga area kewanitaan dengan rutin membersihkan, hingga selektif memilih pembalut yang tidak memiliki wangi-wangian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved