Minggu, 26 April 2026

Berawal dari Situs Kencan Online hingga Dibeli Google, Ini Sejarah Perjalanan YouTube

Anak perusahaan Google itu kini menjelma menjadi paltform berbagi video raksasa yang menjadi rujukan orang-orang untuk berbagi dan mencari

Editor: Iwan Satriawan
Reska K. Nistanto/Kompas.com
Logo YouTube. 

BANGKAPOS.COM- Di era serba digital ini siapa yang tak kenal dengan flatform video YouTube.

Jika ada pertanyaan "di mana platform menonton video paling populer saat ini?" jawabannya tentu saja YouTube.

Anak perusahaan Google itu kini menjelma menjadi paltform berbagi video raksasa yang menjadi rujukan orang-orang untuk berbagi dan mencari konten visual.

Namun, tahukah Anda bahwa YouTube awalnya tidak direncanakan menjadi platform video seperti sekarang, melainkan sebuah situs kencan online berbasis video?

Jika belum tahu, mari kita bahas sedikit sejarah berdirinya YouTube.

Ilustrasi YouTube
Ilustrasi YouTube (mashable)

Rencana sebagai situs kencan online

"Nyalakan, (lalu) jalin hubungan".

Itulah slogan YouTube ketika masih diproyeksikan sebagai sebuah situs kencan online berbasis video. Saat itu, YouTube masih dalam bentuk versi beta.

Entah disengaja atau tidak, secara administrasi YouTube terdaftar pada 14 Februari 2005, bertepatan dengan perayaan hari kasih sayang.

Platform yang awalnya bermarkas di sebuah ruko di San Mateo, California itu didaftarkan oleh tiga pemuda yakni Steve Chen Hurley, Chad Hurley, dan Jawed Karim.

Tapi, keinginan menjadikan YouTube sebagai platform kencan online tampaknya tidak berjalan mulus.

“Kami pikir kencan akan menjadi pilihan yang jelas," kata co-founder YouTube, Steve Chen Hurley dalam acara SXSW pada 2016 lalu.

Situs kencan online YouTube hanya dikunjungi segelintir orang. Mereka pun sampai memasang sebuah iklan di platform periklanan Craiglist dengan menawarkan 20 dollar AS bagi siapa saja yang mau mengunggah video mereka di YouTube.

Video tersebut harus menceritakan bagaimana pasangan yang mereka inginkan. Hasilnya, tidak ada satupun yang tertarik.

Hal itu membuta tiga pemuda ini mulai bingung dan menimbulkan pertanyaan, "mau dibawa ke mana YouTube ini?".

Pendiri YouTube, Steve Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim.
Medium Pendiri YouTube, Steve Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim.

Di sinilah titik baliknya, mereka mengubah strategi. Mereka membuka pintu selebar-lebarnya, siapapun bisa mengunggah video apapun di YouTube.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved