Minggu, 12 April 2026

Mohammed bin Salman Tak Bisa Mengelak Lagi, Intel AS Punya Bukti Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi

Direktul Intel AS akan segera merilis bukti rekaman percakapan Mohammed bin Salman terkait dengan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi

Editor: Hendra
AFP/FAYEZ NURELDINE
Pangeran Mohammed bin Salman. 

BANGKAPOS.COM, WASHINGTON DC,  --  Intelejen Amerika Serikat (AS) memiliki beberapa bukti kuat atas keterlibatan Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) membunuh jurnalis Jamal Khashoggi.

Kabar ini disampaikan oleh The Washington Post media tempat Jamal Khashoggi bekerja sebelum dibunuh pada Oktober 2018.

Dalang pembunuhan Jamal Khashoggi disebut oleh media AS itu adalah MBS.

Salah satunya buktinya adalah telepon dari Pangeran MBS kepada saudaranya, Khalid bin Salman duta besar Arab untuk Amerika, yang dipantau oleh intel AS.

BACA JUGA:

--> Putra Mahkota Arab Saudi Terlibat Bunuh Jamal Kashoggi, Dokumen Sangat Rahasia Bocor, Ini Detailnya

Dalam telepon itu, Pangeran MBS menginstruksikan saudaranya untuk memberitahu Khashoggi agar ke Istanbul untuk mengurus dokumen pernikahannya dengan Hatice Cengiz, tunangannya.

Bukti lain adalah rekaman pembunuhan dari dalam konsulat Istanbul yang dibuat oleh intel Turki.

Rekaman itu menjelaskan apa yang terjadi, mengidentifikasi para pembunuh, dan menunjukkan komunikasi antara mereka dengan Riyadh.

Jamal Khashoggi
Jamal Khashoggi (Beforeitsnews.com/Facebook)

Pangeran MBS berulang kali membantah tuduhan itu, yang menyebutnya telah memerintahkan atau mengetahui rencana pembunuhan Jamal Khashoggi, meski beberapa penasihat terdekatnya terbukti terlibat.

Sosok Mohammed bin Salman sangat kuat di "Negeri Petrodollar", dan ia telah memenjarakan sejumlah kritikus serta menyingkirkan faksi yang menjadi saingannya di keluarga kerajaan.

Meski begitu, beberapa pengamat Arab Saudi yakin bahwa pembunuhan Jamal Khashoggi bisa terjadi tanpa sepengetahuan anak Raja Salman tersebut.

Laporan rahasia akan dirilis

Direktur intel Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan merilis laporan yang menunjukkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS), sebagai dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Laporan rahasia itu diyakini mengatakan, berdasarkan laporan intel yang dikumpulkan CIA dan badan mata-mata lainnya, Pangeran MBS merancang pembunuhan Jamal Khashoggi pada Oktober 2018 di Istanbul, Turki.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved