Hipertensi
5 Jenis Obat untuk Penanganan Tekanan Darah Tinggi
Keadaan yang disebut hiperternsi adalah ketika pembacaan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg
* Batasi konsumsi susu full cream, mentega, margarine, keju mayonnaise, serta sumber protein hewani yang tinggi kolesterol seperti daging merah (sapi atau kambing), kuning telur, kulit ayam)
* Batasi konsumsi bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi, saus tomat, saus sambal, tauco serta bumbu penyedap lain yang pada umumnya mengandung garam natrium
* Hindari alkohol dan makanan yang mengandung alkohol, seperti durian, tape
Pilihan obat darah tinggi
Penatalaksanaan hipertensi juga dapat berupa penggunaan obat darah tinggi.
Penggunaan obat hipertensi biasanya baru akan disarankan dokter jika perbaikan gaya hidup ternyata tidak berhasil menurunkan tekanan darah.
Untuk pemilihan serta penggunaan obat darah tinggi, setiap penderita hipertensi disarankan untuk berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter.
Baca juga: Tekanan Darah Tinggi? Ini 9 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari
Terdapat sejumlah obat darah tinggi yang mungkin akan diresepkan dokter untuk dikonsumsi.
Melansir Buku Obat-obat Penting: Khasiat, Penggunaan, dan Efek-efek Sampingnya (2007) oleh Drs. Tan Hoan Tjay & Drs. Kirana Rahardja, untuk penanganan hipertensi, rekomendasi WHO menganjurkan lima jenis obat dengan daya hipotensif (menurunkan tekanan darah) dan efektivitas yang kurang lebih sama.
Lima obat darah tinggi tersebut, yakni:
1. Diuretika tiazida
2. Beta-blockers
3. Antagonis-Ca
4. ACE-inhibitors
5. ATII-reseptorblockers
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepik_ilustrasi__minum__obat.jpg)