Hipertensi
Ketahui Gejala, Komplikasi, Penyebab, dan Cara Pengobatan Hipertensi
Tanpa pemeriksaan tekanan darah, hipertensi menjadi penyakit yang kerap tidak disadari.
BANGKAPOS.COM - Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi.
Melansir Hello Sehat, tekanan darah itu sendiri adalah kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri).
Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh aktivitas apa yang sedang dilakukan jantung (misalnya sedang berolahraga atau dalam keadaan normal/istirahat) dan daya tahan pembuluh darahnya.
Merangkum dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tekanan darah sendiri ditulis dalam dua angka.
Angka pertama (sistolik) mewakili tekanan dalam pembuluh darah ketika jantung berdetak.
Sedangkan angka kedua (diastolik) mewakili tekanan pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara detaknya.
Kondisi yang disebut hipertensi adalah ketika pembacaan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg.
Gejala
Sayangnya, tanpa pemeriksaan tekanan darah, hipertensi menjadi penyakit yang kerap tidak disadari.
Itu karena banyak orang tidak memiliki gejala khusus.
Hal itu menjadi alasan mengapa hipertensi disebut dengan "silent killer".
Padahal, kondisi ini dalam jangka panjang dan tidak terkontrol bisa menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah dan jantung.
Meski begitu, beberapa orang juga merasakan gejala tertentu.
Baca juga: Tekanan Darah Tinggi? Ini 9 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari
Dirangkum dari Web MD, ini beberapa gejala hipertensi yang perlu Anda waspadai:
1. Sakit kepala parah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepikcom-darah-tinggi-atau-hipertensi.jpg)