Sabtu, 9 Mei 2026

Diabetes

Diabetes Juga Disebut sebagai Penyakit Sosial, Kok Bisa?

Akan tetapi, masalah sosial, ekonomi, dan politik juga dapat memengaruhi seseorang terkena penyakit tersebut.

Tayang:
Editor: suhendri
Freepik.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan jumlah penyandang diabetes pada usia di atas 18 tahun mengalami peningkatan dari 4,7 persen menjadi 8,5 persen.

Hal ini menandakan penyakit diabetes terus menyebar di masyarakat.

Diabetes bukan hanya disebabkan oleh faktor genetik.

Akan tetapi, masalah sosial, ekonomi, dan politik juga dapat memengaruhi seseorang terkena penyakit tersebut.

Masalah sosial tersebut muncul karena kondisi sosial yang ditentukan masyarakat.

Roby Muhamad PH.D, sosiolog di Universitas Indonesia mengungkapkan hampir semua keputusan individu selalu dipengaruhi oleh orang lain, seperti teman dan keluarga.

Sebagai contoh, sebuah riset dari ilmuwan di MIT menunjukkan, individu yang masuk ke dalam kelompok obesitas ternyata berteman dengan sesama obesitas.

Ini memperlihatkan obesitas ternyata dapat menular melalui kebiasaan.

Selain obesitas, perilaku sehat yang dijalani individu juga dapat menular ke orang-orang di sekitarnya baik teman, keluarga, maupun komunitasnya.

“Kesehatan itu bukan masalah individu, kita tidak bisa hanya kampanye individu sehat karena percuma kalau individu itu sehat tapi dikelilingi orang-orang yang tidak sehat, dia lama-lama akan jebol juga, kalau sepuluh, sembilan teman-temannya ngantri boba, dia akhirnya ikut,” ujar Roby.

Roby menekankan adanya kekuatan komunitas untuk mengubah perilaku seseorang menjadi lebih sehat karena menghasilkan efek yang lebih besar.

Generasi muda lawan diabetes

Oleh karenanya, salah satu komunitas generasi muda, "Sobat Diabet" hadir sebagai penggerak masyarakat untuk hidup sehat dan melawan diabetes.

Komunitas ini telah berdiri sejak tahun 2014.

Sebagai pendiri dari Komunitas Sobat Diabet, dr. Rudy Kurniawan menjelaskan komunitas ini ingin mengenalkan ke masyarakat tentang pencegahan terhadap diabetes yang kini dapat menyerang usia 30 tahun, bahkan 20 tahun.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved