Hipertensi
Awas, Tekanan Darah Tinggi yang Tak Terkontrol Bisa Sebabkan 10 Komplikasi
Tekanan berlebihan pada dinding arteri yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan juga berbagai organ tubuh
BANGKAPOS.COM - Merangkum laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kondisi yang disebut hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah ketika pembacaan tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg.
Perlu dipahami, seseorang bisa saja mengalami tekanan darah tinggi selama bertahun-tahun tanpa gejala apa pun.
Padahal, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang serius.
Komplikasi darah tinggi
Tekanan berlebihan pada dinding arteri yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan juga berbagai organ tubuh.
Makin tinggi tekanan darah Anda dan makin lama tidak terkontrol, maka kian besar kemungkinan kerusakannya.
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol di antaranya dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, termasuk:
1. Serangan jantung atau stroke
Melansir Mayo Clinic, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pengerasan dan penebalan arteri (aterosklerosis), yang dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, atau komplikasi lainnya.
Baca juga: Darah Tinggi Jadi Penyakit Penyerta Covid-19 Terbanyak dan Berbahaya, Waspadai 8 Gejalanya
2. Aneurisma
Tekanan darah yang meningkat dapat menyebabkan pembuluh darah melemah dan membengkak, membentuk aneurisma (tonjolan).
Jika aneurisma pecah, itu bisa mengancam jiwa.
3. Gagal jantung
Untuk memompa darah melawan tekanan yang lebih tinggi di pembuluh darah, jantung harus bekerja lebih keras.
Hal ini dapat menyebabkan dinding ruang pompa jantung menebal (hipertrofi ventrikel kiri).
Akhirnya, otot yang menebal mungkin kesulitan memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh, yang dapat menyebabkan gagal jantung.
Baca juga: 5 Jenis Obat untuk Penanganan Tekanan Darah Tinggi
4. Pembuluh darah yang melemah dan menyempit di ginjal
Melansir Medical News Today, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah yang lebih besar yang menuju ke ginjal dan pembuluh lebih kecil di dalam ginjal.
Kondisi ini dapat mencegah organ ginjal berfungsi normal.
Baca juga: Jangan Sampai Cuci Darah, Lakukan 8 Hal Ini untuk Mencegah Kerusakan Fungsi Ginjal
5. Pembuluh darah menebal, menyempit atau robek di mata
Tekanan darah tinggi dapat pula merusak pembuluh darah kecil dan halus yang memasok darah ke mata.
Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan retina (retinopati), penumpukan cairan di bawah retina (koroidopati), hingga kerusakan saraf (neuropati optik) yang mengancam fungsi penglihatan.
6. Sindrom metabolik
Sindrom metabolik adalah sekelompok gangguan metabolisme tubuh, termasuk peningkatan ukuran pinggang, trigliserida tinggi, penurunan kolesterol high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik, tekanan darah tinggi, dan kadar insulin tinggi.
Kondisi ini dapat membuat penderita lebih mungkin mengembangkan diabetes, penyakit jantung, dan stroke.
Baca juga: Diabetes Juga Disebut sebagai Penyakit Sosial, Kok Bisa?
Baca juga: Diabetes Jamak Menyerang Orang Dewasa dan Kalangan Lansia, Ini 6 Cara Mencegahnya
7. Kesulitan dengan memori atau pemahaman
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat memengaruhi kemampuan untuk berpikir, mengingat, dan belajar.
Masalah dengan ingatan atau pemahaman konsep lebih sering terjadi pada orang dengan tekanan darah tinggi.
8. Demensia
Arteri yang menyempit atau tersumbat dapat membatasi aliran darah ke otak, menyebabkan jenis demensia tertentu (demensia vaskular).
Stroke yang mengganggu aliran darah ke otak juga dapat menyebabkan demensia vaskular.
9. Disfungsi seksual
Ketidakmampuan untuk memiliki dan mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi) menjadi makin umum pada pria saat mereka mencapai usia 50.
Baca juga: Tekanan Darah Tinggi? Ini 9 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari
Tetapi, pria dengan tekanan darah tinggi bahkan lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi.
Itu karena aliran darah terbatas yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi dapat menghalangi aliran darah ke penis.
Wanita juga bisa mengalami disfungsi seksual akibat tekanan darah tinggi.
Aliran darah yang berkurang ke vagina dapat menyebabkan penurunan gairah atau gairah seksual, kekeringan vagina, atau kesulitan mencapai orgasme.
10. Sebabkan kerusakan tulang
Melansir Health line, tekanan darah tinggi dapat secara tidak langsung menyebabkan keropos tulang, yang dikenal sebagai osteoporosis.
Kondisi ini bisa terjadi karena tekanan darah tinggi dapat meningkatkan jumlah kalsium yang dikeluarkan tubuh saat buang air kecil.
Wanita yang telah mengalami menopause paling berisiko mengalami kondisi ini.
Osteoporosis melemahkan tulang dan mempermudah terjadinya patah tulang.
Mengingat begitu bahayanya, kondisi darah tinggi kiranya patut diwaspadai.
Begitu mengetahui bahwa Anda memiliki tekanan darah tinggi, Anda sebaiknya dapat bekerja sama dengan dokter untuk mengendalikannya. (Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 10 Komplikasi Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepikcom-penderita-hipertensi-harus-mengubah-gaya-hidup-dan-mendapatkan-pengobatan-yang-benar.jpg)