Breaking News:

Myanmar Mencekam, Video Kebrutalan Aparat Junta Beredar, Massa Dipukuli Ditembak dari Jarak Dekat

Meski ancam dan ditembak mati, massa anti kudeta tidak takut. Mereka tak mau lagi hidup dibawah pemerintahan kejam junta militer myanmar

(AFP/STR)
Polisi menodongkan senajta ke massa anti kudeta di Taunggyi, sebuah kota di Negara Bagian Shan, Myanmar, ketika pasukan keamanan terus menindak demonstran yang menentang kudeta militer, Minggu (28/2/2021). 

BANGKAPOS.COM, NAYPYIDAW,  -- Situasi di Myanmar semakin mencekam. Aparat keamanan Myanmar secara brutal dalam menangani massa anti kudeta.

Sebuah video rekaman kebrutalan aparat keamanan Myanmar bereda di media sosial.

Sontak kebrutalan aparat keamanan pemerintah Junta Militer Myanmar ini menuai kemarahan dan desakan agar dunia bertindak lebih keras.

Dalam video yang dibagikan di media sosial, tampak polisi menembak demonstran dari titik buta, mengejar, dan menyiksa pengunjuk rasa.

Rekaman itu beredar sehari setelah hari paling berdarah di Myanmar, ketika 38 orang pengunjuk rasa tewas pada Rabu (3/3/2021).

Baca Juga:

--> Banyak Rakyat Anti Kudeta Tewas, 3 Tentara Myanmar Pilih Kabur, Enggan Turuti Perintah Junta Militer

Meski mendapat tekanan keras dari aparat, demonstran tetap turun ke jalan pada Kamis (4/3/2021), setelah rekaman kebrutalan itu menyebar.

AS menyatakan, video itu meresahkan, dan menyerukan sudah waktunya cengkeraman militer dalam demokrasi Myanmar diakhiri.

Dewan Keamanan PBB, dengan Inggris adalah presiden periode ini, diminta untuk melihat rekaman itu sebelum bertemu pada Jumat (5/3/2021).

Sosok Angel yang dikenal sebagai Kyal Sin, gadis remaja tewas ditembak junta militer Myanmar saat sedang berdemo anti kudeta
Sosok Angel yang dikenal sebagai Kyal Sin, gadis remaja tewas ditembak junta militer Myanmar saat sedang berdemo anti kudeta (net/kolase/Twitter)

Sementara di Myanmar, aktivis setempat menegaskan bahwa peluru takkan menghalangi mereka untuk menggulingkan junta militer.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved