Horizzon

Episode N439K

Hadirnya vaksin adalah penggalan kisah yang lama menjadi latar dari kisah Covid-19.

Editor: suhendri
Bangka Pos
IBNU TAUFIK Jr / Pemred BANGKA POS GROUP 

Kembali ke sinetron, di mana sering kita melihat deja vu atau kisah yang berulang-ulang dalam setiap episode yang ditayangkan. Episode N439K adalah deja vu di mana kita seolah kembali pada situasi bahwa pandemi ini masih akan sangat panjang dan tiada akhir.

Vaksin yang tengah berjalan belum lagi kelar di tahap pertama, kita harus menghadapi kenyataan ternyata apa yang dimasukkan ke dalam tubuh kita sama sekali tak berdaya menghadapi varian N439K yang kebal vaksin.

Belum cukup, jika saat ini muncul N439K, besok atau lusa barangkali muncul varian lain yang barangkali lebih berbahaya lagi. Dan sejujurnya, kita semua tidak pernah tahu apa lagi yang akan terjadi dengan Covid-19 ini.

Seperti halnya kisah di sinetron kejar tayang, intrik baru meskipun terkesan lebai dan tak masuk akal bisa saja disematkan sutradara ke tokoh antagonis agar sinetron tersebut mampu menjaga ratingnya. Sekali lagi jika bicara soal sinetron, rating berarti uang yang mengalir dari munculnya iklan.

Lalu bagaimana dengan Covid-19? Kita hanya ingat bahwa saat bicara soal vaksin, ada sebuah debat yang kebetulan tak pernah ada kata sepakat. Kita ingat pernah punya pertanyaan besar, "Jika memang corona ini sudah bermutasi menjadi ribuan varian, apakah satu jenis vaksin mampu mengatasinya?"

Lalu apa yang bisa kita lakukan saat ini? Menuntaskan pertanyaan adalah sebuah jawaban untuk keluar dari pandemi. Puzzle kecil dari kisah yang pernah kita alami layak untuk kita buka kembali. Satu di antaranya adalah soal audit kematian pasien Covid-19.

Audit kematian ini pernah disampaikan oleh anggota Tim Perencanaan Data dan Analisis Gugus Tugas Covid-19 DIY, dr Riris Andono Ahmad. Agustus 2020, Riris Andono mewacanakan untuk dilakukan audit kematian terhadap kasus kematian yang dikaitkan dengan Covid-19.

Namun lagi-lagi wacana ini senyap dan kita tahu, teror tentang angka kematian yang terkait dengan Covid-19 terus terjadi tanpa kita pernah tahu yang sebenarnya. Situasi inilah yang mengakibatkan kita terus terjebak pada skenario utama dari drama corona ini yang latar ceritanya adalah ketakutan dan kematian.

Kita bahkan seperti tak kuasa untuk menegakkan satu fakta menjadi pemahaman, bahwa banyak di antara kita atau setidaknya orang-orang dekat kita yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19 dalam keadaan baik-baik saja. Banyak di antara kita atau orang-orang di sekitar kita terpapar virus ini kondisinya tak lebih dari layaknya orang menderita flu. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved