WIKI BANGKA
Bakal Diresmikan Doni Monardo, Ini Profil dan Kondisi Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19
Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 RSUD DR (HC) Ir Soekarno, mulai beroperasi, Kamis (21/1/2021) lalu.
Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 RSUD DR (HC) Ir Soekarno, mulai beroperasi, Kamis (21/1/2021) lalu.
Pemotongan tumpeng yang dilakukan mantan Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono, menandai mulai beroperasi rumah sakit khusus Covid-19 di Bangka Belitung ini.
Rumah sakit khusus Covid-19 berada di jalan Zipur, Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.
Jarak rumah sakit Covid-19, sekitar 500 meter dari RSUD Ir Soekarno.
RS tersebut dilengkapi ruangan bertekanan negatif dan peralatan standar penanganan Covid-19.
Gedung itu juga memiliki daya tampung hingga 100 pasien.
Rumah sakit ini melayani masyarakat yang terinfeksi Covid-19 dengan kondisi ringan hingga kondisi berat.
Direktur RSUD DR (HC) Ir Soekarno, Armayani Rusli, mengatakan, fasilitas di rumah Covid-19 sudah standar penanganan Covid-19 dan satu-satunya ada di Bangka Belitung.
"Kita ada ruang isolasi, ruang ICU, ruang rawat biasa, yang merawat pasien positif, tanpa gejala, terpapar Covid-19 dalam kondisi hamil dan melahirkan. Jadi kita punya kamar operasi tekanan negatif untuk pasien, dari yang bergejala ringan, sedang dan berat, bisa dirawat disini," jelas Armayani Rusli kepada Bangkapos.com, Rabu (17/3/2021).
Untuk jumlah tenaga medis yang berada di rumah sakit khusus Covid-19 sebanyak 100 orang.
"Jumlah tenaga medis kita di RSUD Soekarno sebanyak 800 orang, kemudian 100 orang berada di rumah sakit Covid-19. Baik tenaga medis dan fasilitasnya sudah lengkap, artinya kita sangat standar dan setiap harinya juga menerima pasien positif Covid-19," ungkap Armayani.
Menurutnya, untuk penanganan pasien Covid-19 akan dibedakan lokasi dan daerahnya. Walau berada dekat dengan RSUD Soekarno.
"Mengimbau kepada masyarakat jangan takut dan khawatir kami merawat pasien Covid-19 dengan jarak 500 meter, dari RSUD Soekarno, jangkauanya terpisah. Karena ini satu satunya rumah sakit yang benar-benar memiliki ruangan tekanan negatif dan fasilitas sesuai standar untuk penanganan Covid," kata Armayani.
Dia mengharapkan dengan adanya rumah sakit ini dapat memberikan pelayanan optimal kepada pasien Covid-19, dengan angka kesembuhan, serta menurunkan angka kematian akibat Covid-19 di Babel saat ini.
Diketahui Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 RSUD DR (HC) Ir Soekarno ini merupakan apresiasi pemerintah pusat atas keberhasilan Pemprov Babel menangani Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/shulby-yozar-ariadhy-kepala-perwakilan-ombudsman-ri-perwakilan-babel-menyerahkan-piagam.jpg)