Kamis, 23 April 2026

Menkes Budi Minta Indonesia Hati-hati, Ada Apa?

Budi meminta pemerintah Indonesia untuk lebih cermat dan hati-hati dalam mengatur pemberian vaksin

Editor: suhendri
Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. 

BANGKAPOS.COM – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, di beberapa negara saat ini tengah terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang memicu terjadinya embargo vaksin.

Embargo vaksin itu, kata dia, merupakan salah satu faktor eksternal yang berpotensi menghambat laju vaksinasi nasional.

“Lonjakan ini terjadi akibat mobilitas agresif di negara-negara tersebut. Kalau negara-negara produsen vaksin melakukan embargo, tentu bisa mengganggu kedatangan vaksin untuk beberapa bulan ke depan,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/3/2021).

Karena itu, Budi meminta pemerintah Indonesia untuk lebih cermat dan hati-hati dalam mengatur pemberian vaksin.

Ini penting untuk mencegah kekosongan vaksin nasional. 

Baca juga: Pria Perlu Tahu, Ini 13 Tanda Testosteron Rendah

“Seperti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), jangan sampai kita juga kehilangan momentum perbaikan lewat pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Jangan sampai ada lonjakan kasus seperti di Eropa,” ujar Budi.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi saat melaporkan perkembangan terkait vaksinasi nasional kepada Presiden Jokowi, Senin (29/3/2021).

Vaksinasi nasional capai 10 juta vaksin

Selain menjelaskan ancaman embargo vaksin, Budi juga menyampaikan perkembangan program vaksinasi nasional yang saat ini telah mencapai angka 10 juta vaksin.

Berkat hal itu, Indonesia berhasil menjadi salah satu dari empat negara di dunia yang paling banyak memberikan vaksin di luar negara produksi vaksin.

Brasil, Turki, dan Jerman merupakan tiga besar negara yang berhasil memenuhi target vaksin di masing-masing negara.

Baca juga: Waspadai 8 Kemungkinan Tanda-tanda Kanker

“Alhamdulillah, hari ini vaksinasi bisa tembus 10 juta. Indonesia punya kecepatan harian vaksinasi mencapai 500.000 suntikan per hari. Kita harapkan pada Maret dan April, ketika ketersediaan vaksin mencapai 15 juta, kita sudah sesuai kecepatan penyuntikannya,” tutur Budi.

Pada kesempatan itu, Budi tidak lupa berpesan kepada masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), agar berkenan divaksinasi.

Hal ini, menurut dia, berguna untuk menekan jumlah kematian lansia di rumah sakit.

“Tolong bantu semua orang tua di atas usia 60 tahun untuk segera diajak vaksinasi. Kita konsentrasi pemberian vaksin ke lansia. Kalau kita segera vaksinasi lansia, sangat kecil tekanan yang dirasakan tenaga kesehatan (nakes) dan rumah sakit,” katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved