Bagaimana Cara Mengatasi Keracunan Jamur, Gejala hingga Jenis Racunnya
Cara mengatasi atau penanganan bagi korban keracunan jamur beracun dilakukan secara simptomatik dan suportif.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ada kalanya anda bertemu kasus di mana anda membutuhkan jawaban segera mengenai bagaimana mengatasi keracunan jamur atau kulat?
Jawabannya sebagai berikut:
Cara mengatasi atau penanganan bagi korban keracunan jamur beracun dilakukan secara simptomatik dan suportif.
Dekontaminasi dapat dilakukan dengan pemberian arang aktif tunggal dengan dosis 1 – 2 gram/kgBB untuk anak dan 50 – 100 gram untuk dewasa.
Demikian disampaikan raktisi kesehatan sekaligus dokter umum di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Koordinator Wilayah Kerja Bandara Depati Amir Pangkalpinang, dr Riza Jayanti.
dr Riza Jayanti keracunan makanan (termasuk akibat konsumsi jamur atau kulat) adalah keracunan yang terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit serta zat zat yang berbahaya bagi tubuh manusia.
"Bila dibiarkan, kondisi ini bisa saja bertambah parah, bahkan sampai menimbulkan komplikasi yang berbahaya," ujar dr Riza, Minggu (4/4/2021).
Tips mengonsumsi jamur
Selain itu, dr Riza juga memberikan tips sebelum mengkonsumsi jamur untuk mencegah keracunan.
Kata dia, pengumpul jamur harus membiasakan diri membedakan spesies jamur yang ingin mereka kumpulkan.
Masyarakat harus bisa memilih spesies beracun yang tampak serupa dengan yang biasa di makan.
Bahkan keamanan makan jamur liar mungkin bergantung pada metode persiapan untuk memasaknya yang perlu menjadi perhatian.
Gejala keracunan jamur
Menurutnya, jamur beracun mengandung berbagai racun berbeda yang berbeda pula dalam hal toksisitas.
Gejala keracunan jamur dapat bervariasi dari gangguan lambung hingga kegagalan organ yang mengakibatkan kematian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/jamur_20180314_141942.jpg)