Usai Sunat, Pria Dewasa Jangan Ereksi Apalagi Berhubungan Intim Selama 4 Minggu, Ini Risikonya
Namun, yang perlu diingat adalah usai sunat jangan sampai ereksi apalagi berhubungan intim.
BANGKAPOS.COM - Khitan atau sunat dan bahasa medisnya sirkumsisi dapat juga dilakukan pada pria dewasa.
Namun, yang perlu diingat adalah usai sunat jangan sampai ereksi apalagi berhubungan intim.
Setidaknya membutuhkan waktu selama 4 Minggu, untuk menahan diri tidak bersenggama dengan istri.
Di Indonesia, laki-laki umumnya melakukan sirkumsisi atau sunat dengan alasan kepercayaan atau kesehatan.
Sunat pada orang dewasa adalah pilihan pembedahan untuk pria yang tidak melakukan sunat di masa kanak-kanak.
Sirkumsisi diartikan sebagai tindakan pemotongan kulit yang menutupi kepala mr p.
Prosedur tersebut pada dasarnya bisa dan boleh dilakukan saat anak-anak maupun ketika sudah dewasa.
Tak sedikit orang dewasa yang belum melakukan sirkumsisi atau sunat.
Prof Andi Asadul Islam PhD MD, sekaligus Ketua PP Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (PP IKABI), menjelaskan
tindakan sirkumsisi yang dilakukan pada orang dewasa.
Tindakan sirkumsisi pada dewasa menurutnya sama dengan anak-anak, hanya saja tindakan yang dilakukan cukup ekstra.
Tak hanya itu orang dewasa juga harus menahan ereksinya agar tidak terjadi pendarahan akibat jaitan yang terlepas.
“Kita tahu kalau pria dewasa setelah dewasa dia harus istirahat atau cuti ereksi, karena kalau sampai terjadi ereksi jahitan bisa
terbuka dan terjadi pendarahan. Serta jangan melakukan hubungan seksual selama empat pekan,” kata Prof Andi saat acara
webinar bertajuk Menelisik Sunat Bagi Pria Dewasa, Kamis (8/4/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sunat_20180907_054103.jpg)