Mengenal Lebih Jauh Obat Infeksi Saluran Kencing
Antibiotik merupakan obat lini pertama untuk mengatasi infeksi saluran kencing yang jamak diresepkan dokter.
Jenis obat dan dosis yang diresepkan tergantung dengan tingkat keparahan penyakit.
Jika infeksi saluran kencing tidak parah, obat dengan dosis standar biasanya cukup ampuh menyembuhkan penyakit.
Apabila infeksi sampai menyebabkan penyempitan saluran kencing, ada batu ginjal, atau prostat membesar, dokter biasanya akan meresepkan obat dengan dosis lebih tinggi.
Jika infeksi cukup parah sampai komplikasi ke ginjal, dokter biasanya merekomendasikan penderita untuk dirawat di rumah sakit.
Pengobatannya menggunaan antibiotik dosisi tinggi yang diberikan lewat infus.
Sebelum meresepkan antibiotik untuk obat infeksi saluran kencing, ada beberapa faktor pertimbangan, antara lain kondisi pasien apakah hamil atau tidak, usia di atas 65 tahun atau tidak, sampai riwayat alergi obat.
Efek samping obat infeksi saluran kencing
Pemberian obat infeksi saluran kencing biasanya diresepkan selama dua sampai sepuluh hari, tergantung penyakit pasien.
Untuk infeksi yang parah, dokter terkadang juga meresepkan obat selama lebih dari dua minggu.
Jika infeksi saluran kencing berasal dari infeksi menular seksual, penderita biasanya disarankan minum obat sebelum berhubungan seks.
Seperti obat lainnya, antibiotik untuk obat infeksi saluran kencing terkadang juga memiliki efek samping, seperti:
* Ruam
* Diare
* Mual dan muntah
* Sakit kepala
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepikcom-ilustrasi-sering-kencing.jpg)