Minggu, 12 April 2026

Airlangga Hartarto Minta Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Ditingkatkan Agar Ekonomi Cepat Pulih

Sinergi pemerintah daerah dengan pusat harus ditingkatkan agar program-program pemulihan ekonomi nasional dapat berjalan efektif.

Editor: fitriadi
ekon.go.id
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus berupaya memulihkan perekonomian nasional  yang terdampak pandemi Covid-19.

Untuk itu pemerintah pusat dan daerah harus meningkatkan sinergi agar program-program pemulihan ekonomi nasional berjalan dengan baik sesuai arah dan target.

Saat ini kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah melakukan berbagai cara guna memutus mata rantai penularan virus corona.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan situasi yang membaik saat ini, salah satunya merupakan hasil dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan PPKM Mikro.

Airlangga mengatakan, seluruh negara di dunia sedang berjuang mengatasi pandemi Covid-19, bahkan di beberapa negara Eropa sedang menghadapi ancaman gelombang ketiga (third waves) akibat varian kasus baru. Kondisi ini direspon dengan pelaksanaan lockdown kembali di Inggris, Belanda, Jerman, dan lain-lain.

Sementara itu, kondisi Indonesia di sisi lain terus menunjukkan perbaikan, terutama sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan PPKM Mikro.

Per 13 April 2021, persentase kasus aktif di Indonesia berada pada angka 6,9%, yang berarti lebih rendah dari persentase kasus global yang masih berada di angka 17,36%. Persentase tingkat kesembuhan juga sudah mencapai 90,4%.

Baca juga ---> Kasus Covid-19 di Indonesia Turun, Angka Kesembuhan Pasien Meningkat

Berdasarkan hal tersebut, Presiden mengarahkan agar PPKM diperkuat dan diperluas sebagai dukungan untuk program vaksinasi dengan pengetatan kriteria zonasi untuk pengendalian di tingkat RT, dan penambahan lokasi PPKM Mikro menjadi 20 provinsi.

“Program vaksinasi terus dijalankan. Jumlah suntikan telah mencapai kurang lebih 16 juta juta dosis dan menjadikan Indonesia berada di urutan ke-9 di dunia.

Bahkan dalam hal penyuntikan yang dilakukan oleh negara bukan produsen vaksin, Indonesia berada dalam urutan ke-4 di dunia,” tuturnya dalam acara “Rapat Koordinasi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020”, secara virtual di Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Hingga 13 April 2021, akselerasi pendistribusian vaksin menunjukkan bahwa penyuntikan di Indonesia sudah mencapai 15,6 juta dosis. Kapasitas vaksinasi dapat mencapai 500 ribu suntikan per hari.

“Ini perlu terus diakselerasi di setiap daerah guna mencapai herd immunity,” imbuh Menko Airlangga.

Untuk penyuntikan vaksin Covid-19 dosis pertama, Provinsi Bali menjadi daerah dengan realisasi penyuntikan tertinggi yakni 80,03% dari target vaksinasi tahap 1 dan 2.

Sedangkan, untuk vaksinasi dosis kedua di DKI Jakarta menjadi daerah dengan persentase realisasi tertinggi 24,24%.

“Beberapa daerah tambahan sudah mulai melakukan PPKM Mikro, jadi kerja sama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas menjadi penting. Kemudian, karena ada kebijakan pelarangan mudik maka tidak ada tambahan moda transportasi (selama Ramadan dan Idulfitri 2021),” jelas Menko Airlangga.

Baca juga ---> Airlangga Hartarto Siapkan KUR Untuk Alumni Kartu Prakerja Agar Wirausaha Berkembang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved