Breaking News:

Airlangga Hartarto Minta Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Ditingkatkan Agar Ekonomi Cepat Pulih

Sinergi pemerintah daerah dengan pusat harus ditingkatkan agar program-program pemulihan ekonomi nasional dapat berjalan efektif.

ekon.go.id
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus berupaya memulihkan perekonomian nasional  yang terdampak pandemi Covid-19.

Untuk itu pemerintah pusat dan daerah harus meningkatkan sinergi agar program-program pemulihan ekonomi nasional berjalan dengan baik sesuai arah dan target.

Saat ini kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah melakukan berbagai cara guna memutus mata rantai penularan virus corona.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan situasi yang membaik saat ini, salah satunya merupakan hasil dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan PPKM Mikro.

Airlangga mengatakan, seluruh negara di dunia sedang berjuang mengatasi pandemi Covid-19, bahkan di beberapa negara Eropa sedang menghadapi ancaman gelombang ketiga (third waves) akibat varian kasus baru. Kondisi ini direspon dengan pelaksanaan lockdown kembali di Inggris, Belanda, Jerman, dan lain-lain.

Sementara itu, kondisi Indonesia di sisi lain terus menunjukkan perbaikan, terutama sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan PPKM Mikro.

Per 13 April 2021, persentase kasus aktif di Indonesia berada pada angka 6,9%, yang berarti lebih rendah dari persentase kasus global yang masih berada di angka 17,36%. Persentase tingkat kesembuhan juga sudah mencapai 90,4%.

Baca juga ---> Kasus Covid-19 di Indonesia Turun, Angka Kesembuhan Pasien Meningkat

Berdasarkan hal tersebut, Presiden mengarahkan agar PPKM diperkuat dan diperluas sebagai dukungan untuk program vaksinasi dengan pengetatan kriteria zonasi untuk pengendalian di tingkat RT, dan penambahan lokasi PPKM Mikro menjadi 20 provinsi.

“Program vaksinasi terus dijalankan. Jumlah suntikan telah mencapai kurang lebih 16 juta juta dosis dan menjadikan Indonesia berada di urutan ke-9 di dunia.

Bahkan dalam hal penyuntikan yang dilakukan oleh negara bukan produsen vaksin, Indonesia berada dalam urutan ke-4 di dunia,” tuturnya dalam acara “Rapat Koordinasi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020”, secara virtual di Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Halaman
123
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved