Jumat, 1 Mei 2026

Airlangga Hartarto: Pemulihan Ekonomi Harus Seimbang dengan Penanggulangan Kesehatan

Berdasarkan hasil monitoring data perbankan, pertumbuhan belanja nasional pada bulan April tumbuh 32,48 persen.

Tayang:
Editor: fitriadi
Fitri Wulandari via Tribun Jabar
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa berdasarkan hasil monitoring data perbankan, pertumbuhan belanja nasional pada bulan April tumbuh 32,48 persen.

Angka tersebut tidak dipengaruhi oleh faktor musiman atau non-seasonally adjusted.

"Belanja nasional di bulan April mengalami kenaikan yang cukup besar di mana tumbuh 32,48 persen secara year on year untuk yang non-seasonally adjusted dan 13,11 persen untuk yang seasonally adjusted (dipengaruhi faktor musiman," kata Airlangga usai rapat terbatas dengan Presiden, Senin, (19/4/2021).

Baca juga: Airlangga Hartarto: PPKM Berskala Mikro Diperpanjang Mulai 20 April, Diperluas ke 5 Provinsi Baru

Tidak hanya itu, pertumbuhan konsumsi juga kata Airlangga tampak dari meningkatnya sektor manufaktur. Angka Purchasing Manager Index (PMI) mencapai 53,2 yang jauh di tas rata rata PMI pada 2019 yang hanya 51.

"Juga penerimaan sektor industri ini mengalami kenaikan yaitu tumbuh 10,26 persen secara year on year itu untuk non seasonally adjusted, dan 1,46, year on year  yang seasonally adjusted," katanya.

Airlangga mengatakan upaya pemulihan ekonomi yang ditunjukkan dengan berbagai indikator tersebut tetap diseimbangkan dengan upaya penanggulangan kesehatan.

Diantaranya dengan adanya pelarangan mudik untuk mencegah melonjaknya Covid-19. 

"Untuk menjaga keseimbangan pengendalian Covid-19 dan pengungkit ekonomi pemerintah melakukan beberapa program yaitu pengendalian Covid-19 melalui pembatasan kegiatan baik itu kegiatan mudik, kemudian kegiatan pembatasan bepergian," pungkasnya.

Perekonomian Mulai Pulih

Perekonomian Indonesia yang menurun akibat pandemi Covid-19, kini perlahan mulai pulih.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksikan perekonomian nasional akan tumbuh 4,5 persen sampai 5,3 persen tahun ini.

Pulihnya kondisi ekonomi Indonesia tidak lepas dari berbagai upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

Baca juga: Airlangga Hartarto Minta Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Ditingkatkan Agar Ekonomi Cepat Pulih

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala Mikro (PPKM Mikro) membawa Indonesia menjadi negara yang saat ini memiiki kondisi pandemi Covid-19 relatif lebih baik dibandingkan global.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan tersebut membawa ekonomi Indonesia mulai pulih dan diproyeksikan akan tumbuh 4,5 persen sampai 5,3 persen tahun ini.

Dia mengatakan, proses pulihnya ekonomi Indonesia didorong dengan kelanjutan percepatan Program Vaksinasi, Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan penerapan Undang-Undang Cipta Kerja.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved