Sabtu, 25 April 2026

Perang Rusia-Ukraina Telah Dimulai, 30 Tentara Ukraina Tewas Didor Sniper Beruang Merah

Genderang perang sudah ditabuh. Puluhan tentara Ukraina dilaporkan tewas dalam peperangan senyap dengan Sniper Rusia....

ST/AFP
Militer Ukraina ambil bagian dalam latihan perang di Zhytomyr 

Juru bicara Pentagon John Kirby mengungkapkan, penempatan itu merupakan kabar yang paling mengkhawatirkan.

"Ini adalah mobilisasi terbesar sejak 2014, yang menghasilkan pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina," kata Kirby.

Kiev khawatir, Rusia yang selama ini menyokong pemberontak di Donbass, bakal berusaha mencari alasan untuk menyerang mereka.

Sejak dimulai tujuh tahun silam, perang di Donbass sudah membunuh 13.000 orang dan membuat 1,5 juta warga mengungsi.

Ukraina dipredisksi jatuh ke tangan Rusia

Ukraina diprediksi bakal habis-habisan melawan Rusia dalam perang di perbatasan.

Baca juga: Sekali Baca, Mantra Misterius Dukun Palsu ini Bikin Tiga Gadis Pingsan, Cukup Sentuh Tongkatnya

Baca juga: Tengku Tar, Mantan Teroris yang Kini Membuat Anggota TNI Salut, Dulu Jabatannya Panglima Al Qaeda

Baca juga: Bidan Muda di Muba Tilep Uang Miliaran,Serahkan Diri ke Polisi usai Dilapor Emak-emak Arisan Online

Baca juga: Raffi Ahmad Akui Menang Banyak Nikahi Anak Produser Kaya Raya, Dekati Nagita Lewat Mama Rieta

Diplomat Ukraina pun menyebut aktifitas militer Rusia telah mengarah ke peperangan seperti yang terjadi dalam Perang Dunia III.

Aktifitas militer Rusia pun membuat Presiden AS Joe Biden khawatir.

Joe Biden mengeluarkan peringatan agar Vladimir Putin mengurangi ketegangan dan menahan diri dari tindakan militernya.

“Jika Rusia terus mengganggu demokrasi kita, saya siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut untuk menanggapi. Sekarang adalah waktunya untuk menurunkan ketegangan," kata Biden.

AS juga telah membatalkan pengerahan dua kapal perang ke Laut Hitam pada 14 April untuk menghindari eskalasi situasi yang tidak perlu.

Kremlin sebelumnya telah memperingatkan kapal perang AS untuk menghindari Krimea "demi kebaikan mereka sendiri" dan telah menutup sebagian Selat Kerch dalam upaya untuk memblokir kapal perang asing agar tidak mencapai Ukraina.

Sersan Sasha Iovenko, seorang tentara Ukraina di garis depan perbatasan Timur, mengaku telah melihat peningkatan jumlah pasukan Rusia di perbatasan.

“Kami bisa melihat peningkatan jumlah pasukan dan peralatan di perbatasan kami tapi kami tidak bisa memastikannya. Kami tidak dapat membuat ramalan apa pun.

"Tapi mereka membawa kelompok taktis batalion ke perbatasan kami.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved