Breaking News:

Berita Kriminalitas

Dua Warga Mendobarat Diadili Lakukan Pengrusakan Jembatan Sungai Rukam

Pengadilan Negeri Sungailiat menggelar sidang dengan terdakwa dua  warga Mendobarat yang diduga terlibat pengrusakan Jembatan.

Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Sidang kasus pengrusakan Jembatan Sungai Rukam dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi di PN Sungailiat, Senin (26/4/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Pengadilan Negeri Sungailiat menggelar sidang dengan terdakwa dua  warga Mendobarat yang diduga terlibat pengrusakan Jembatan Sungai Rukam Kecamatan Mendobarat.

Sidang berlangung Senin (26/4/2021) sore dengan terdakwa Subhan dan Pataroni dalam agenda pemeriksaan saksi saksi.

Dalam persidangan sebelumnya, dua terdakwa didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum Reski dan Fitri dengan pasal 170 ayat 1 KUHP atau kedua pasal 406 ayat ke 1 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. 

Persidangan kedua ini saksi yang dihadirkan JPU di persidangan sebanyak dua orang yakni Raden Lawrensius Joni pengusaha yang membangun jembatan tersebut dan Subhan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka. 

Dalam kesaksiannya Joni menerangkan pengrusakan jembatan Sungai Rukam yang menjadi jembatan penghubung antara Bukit Rui dengan Desa Mendo di ketahui setelah dirinya mendapatkan rekaman video yang dikirim oleh orang tak dikenal ke nomor ponsel pribadinya. 

"Kejadian ini saya ketahui tepatnya tanggal 6 Februari di mana ada seseorang mengirimkan rekaman video yang mana di dalam video tersebut terlihat dua orang sedang memotong kayu menggunakan mesin cinsauw yang terdapat dibidang jembatan," terang Joni 

Setelah mendapatkan video hasil rekaman, Joni mengaku sempat menghubungi nomor yang dimaksud namun terdengar nada tidak aktif. 

Selanjutnya keesokan harinya Joni mendatangi ke lokasi jembatan yang dimaksud guna mengkroscek kebenarannya. 

"Saya cek di lokasi jembatan itu terlihat utuh. Jadi jembatan itu mereka potong dibagi tertentu saja dan apabila ada yang melintas, jembatan itu langsung ambruk bersama pengendara yang melintas. Jadi aksi mereka ini cukup jahat dan dengan sengaja ingin mencelakai orang yang melintas di jembatan itu," sesal Joni . 

Joni menerangkan jembatan itu ia bangun, dengan akses masuk kesana hanya bisa dilintasi oleh pengendara motor. Mengingat dirinya memiliki lahan berkebun di desa Mendo maka membangun jembatan menggunakan daña pribadinya  sekitar Rp 30 juta 

Halaman
12
Penulis: deddy_marjaya
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved