Berita Pangkalpinang
Sopir Angkot Mengeluh, Penumpang Sepi, Nasib Mereka Mulai Tersingkirkan
Memasuki hari ke 16 di Bulan Ramadan, aktivitas di Terminal Induk Angkutan Kota (Angkot) Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penulis: Cepi Marlianto |
"Kalau bawa enam orang itu sudah Alhamdulillah sekali jalan. Saya sehari bisa tiga sampai empat kali bolak balik Kampung Keramat-Ramayana (Terminal Induk-red)," sebut dia.
Ia menyebut, dahulu ada sekitar 400 Angkot di Kota Pangkalpinang, namun sekarang jumlahnya hanya sekitar 45 Angkot saja.
Sebab, banyak sopir angkot yang beralih profesi dan lebih baik mengkandangkan kendaraannya, lantaran pendapatan menjadi supir Angkot tak sebanding dengan pengeluaran bahan bakar dalam sekali jalan.
"Biasanya isi pertalite Rp100.000 bisa untuk 20 kali perjalanan pulang pergi," kata Amin.
Meskipun demikian, para sopir angkot juga berharap pemerintah dapat memberikan solusi terkait penumpang angkot yang semakin sepi, seperti melakukan peremajaan angkot sehingga dapat kembali digemari lagi oleh masyarakat. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210429-sejumlah-angkot-saat-sedang-parkir-di-terminal-ramayana.jpg)