4 Langkah Mencegah Resistansi Antibiotik
Antibiotik tidak berpengaruh pada penyakit flu atau infeksi yang disebabkan oleh virus.
BANGKAPOS.COM - Tidak sedikit orang yang berpikir bahwa antibiotik adalah solusi dari semua jenis infeksi.
Padahal, tidak semua jenis infeksi bisa diatasi dengan antibiotik.
Antibiotik tidak berpengaruh pada penyakit flu atau infeksi yang disebabkan oleh virus.
Selain itu, penggunaan antibiotik yang berlebihan atau penyalahgunaan dapat menyebabkan resistansi obat dan konsekuensi kesehatan yang serius seperti infeksi clostridioides difficile.
Infeksi tersebut bisa memicu diare parah yang dapat menyebabkan kerusakan usus besar dan kematian.
“Sebelum minum antibiotik untuk sesuatu yang mungkin bukan bakteri, tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda benar-benar membutuhkannya,” kata Andre Pallotta, pakar penyakit menular.
Baca juga: Ketahui Efek Tekanan Darah Rendah pada Tubuh
Selain itu, gen bakteri bisa bermutasi dengan cepat.
Mutasi tersebut bisa membuat bakteri berkembang biak lebih cepat, menjadi lebih kuat, dan mematikan.
Mutasi itu juga bisa dipercepat dengan penggunaan antibiotik yang berlebihan.
Akibatnya, bakteri juga menjadi lebih kebal terhadap antibiotik.
Resistensi antibiotik
Kebalnya bakteri terhadap antibiotik menandakan bahwa tubuh kita telah mengalami resistansi antibiotik.
Resistansi antibiotik terjadi ketika kuman seperti bakteri dan jamur mengembangkan kemampuan untuk mengalahkan obat yang dirancang untuk membunuhnya.
Artinya, kuman tidak mati dan terus berkembang.
Infeksi yang disebabkan oleh kuman yang kebal antibiotik sulit disembuhkan dan terkadang tidak bisa diobati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepikcom-apa-fungsi-obat-antibiotik.jpg)