Selasa, 21 April 2026

Hipertensi

10 Jenis Minuman untuk Menurunkan Darah Tinggi yang Bisa Dipertimbangkan

Tekanan darah yang tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke.

Editor: suhendri
Freepik.com
Jus tomat 

BANGKAPOS.COM - Tekanan darah tinggi adalah kondisi yang tak boleh dibiarkan begitu saja.

Tekanan darah yang tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke.

Orang dewasa dapat didiagnosis menderita hipertensi atau darah tinggi jika memiliki tekanan darah 140/90 mmHg.

Angka 140 menunjukkan tingkat tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh atau biasa disebut sebagai tekanan sistolik.

Sementara itu, angka 90 berarti tekanan saat jantung beristirahat sejenak sebelum kembali memompa atau kerap disebut sebagai tekanan diastolik.

Salah satu garis pertahanan pertama yang bisa dilakukan untuk melawan tekanan darah tinggi adalah diet atau mengatur pola makan.

Menerapkan diet ramah tekanan darah dapat membantu menjaga tekanan darah dalam kisaran yang sehat tanpa efek samping seperti yang dapat disebabkan oleh obat-obatan.

Selain makanan tertentu yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, beberapa jenis minuman juga dapat membantu.

Minuman untuk menurunkan darah tinggi penting dikenali sebagai bagian dari cara mengontrol hipertensi.

Berikut ini adalah beragam minuman untuk menurunkan darah tinggi yang dapat dipertimbangkan:

1. Jus tomat

Melansir Health Line, bukti yang berkembang menunjukkan bahwa minum satu gelas jus tomat per hari dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Baca juga: Sudah Tahukah Beda Diabetes Tipe1 dan Tipe 2?

Dalam studi yang diterbitkan Jurnal Food Science & Nutrition pada 2019, peneliti dari Tokyo Medical and Dental University, Jepang dan Tucson Plant Breeding Institute mengevaluasi efek minum rata-rata satu cangkir jus tomat per hari di antara partisipan dengan faktor risiko penyakit jantung.

Para peneliti menyimpulkan bahwa jus tomat bisa menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, termasuk kolesterol jahat atau kolesterol low-density lipoprotein (LDL).

Studi lainnya telah melaporkan hasil serupa di antara orang dengan hipertensi stadium 1 dan wanita hamil.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved