Minggu, 10 Mei 2026

Tribunners

Buruh dan Oase THR Musim Pandemi

Setiap Ramadan menjelang Lebaran target jangka pendek buruh adalah mendapatkan hak tunjangan hari raya (THR)

Tayang:
Editor: suhendri
ISTIMEWA
Ribut Lupiyanto - Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA) 

Kedua, adalah hikmah sosial. Pemberian THR dapat menguatkan ikatan sosial di dunia kerja. Antara atasan dan bawahan akan terikat lebih kuat pascapemberian THR. Meskipun ini sudah menjadi kewajiban perusahaan atau lembaga, namun penerima umumnya tetap memberikan apresiasi personal terhadap atasannya. Apalagi jika THR yang diberikan melebihi rata-rata yang seharusnya diberikan.

Hal yang patut dihindari adalah jangan sampai pemberian THR ini menimbulkan kecemburuan sosial. Kecemburuan akan muncul dari pihak-pihak yang tidak mendapatkan THR. Penerima THR penting untuk tidak secara mencolok dalam belanja dan terus memiliki kewaspadaan adanya potensi kriminalitas, seperti pencurian, perampokan, dan sejenisnya.

Ketiga, hikmah ekonomi. Perputaran ekonomi akan terjadi pascapemberian THR. Aktivitas belanja penerima THR di pasar atau lokasi lain akan turut membantu roda perekonomian, khususnya bagi pedagang kecil atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Jika perputaran ini terus membentuk siklus, maka tidak mustahil akan turut memperbaiki roda perekonomian daerah hingga nasional. Untuk itu, patut diimbau agar penerima THR membelanjakan secara proporsional dan memilih pasar tradisional, pelaku UMKM, dan produk-produk dalam negeri.

Hikmah positif tentu harus dipetik, sedangkan hikmah negatif mesti dihindari dan diantisipasi. Bagaimanapun, THR di era kini sudah menjadi hak pekerja, bukan karena sikap dermawan atasan atau pemimpin. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved