Uban Tak Perlu Dicabut, Ini Alasannya
Kebiasaan menghilangkan uban secara paksa berulang kali ternyata dapat merusak folikel secara permanen.
BANGKAPOS.COM - Mencabut uban sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang.
Ketika melihat uban menyelinap di balik helai rambut, sejumlah orang biasanya tergerak untuk segera mencabut uban.
Terlebih jika uban yang tumbuh baru sedikit, atau seseorang baru mendapati sebagian rambutnya berwarna putih.
Sebelum buru-buru menghilangkan rambut putih yang menghiasi kepala kalian, simak dahulu beberapa alasan kenapa kalian tidak boleh mencabut uban sembarangan berikut:
1. Rentan merusak tekstur rambut
Dilansir dari Bustle, mencabut uban dapat berisiko merusak tekstur alami untaian rambut.
Ketika tekstur alami rambut rusak, pertumbuhan rambut baru bisa lebih kusut ketimbang bagian lainnya yang tidak dicabuti.
2. Tidak menghilangkan uban secara permanen
Beberapa orang berharap dengan mencabut uban maka masalah rambut putihnya sudah kelar.
Namun, hal itu keliru.
Melansir Today, mencabut uban hanya menghilangkan rambut putih untuk sementara.
Pasalnya, folikel atau kantong kecil yang memuat rambut di bawah kulit masih hidup dan akan tumbuh kembali dengan uban sejenis yang baru dicabut.
Baca juga: Awas, Kekurangan Vitamin B12 Bisa Sebabkan Anemia dan Masalah Kesehatan Lainnya
3. Bisa merusak kulit kepala
Kebiasaan menghilangkan uban secara paksa berulang kali ternyata dapat merusak folikel secara permanen.
Apabila folikel sudah rusak karena rambut terus-menerus dicabut secara paksa, lambat laun bagian kulit kepala tersebut bakal terlihat rusak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepikcom-pertumbuhan-uban-lebih-cepat.jpg)