Jumat, 12 Juni 2026

Uban Tak Perlu Dicabut, Ini Alasannya

Kebiasaan menghilangkan uban secara paksa berulang kali ternyata dapat merusak folikel secara permanen.

Tayang:
Editor: suhendri
freepik.com
Faktor-faktor yang Membuat Pertumbuhan Uban Lebih Cepat Meski Usia Masih Muda 

BANGKAPOS.COM - Mencabut uban sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. 

Ketika melihat uban menyelinap di balik helai rambut, sejumlah orang biasanya tergerak untuk segera mencabut uban.

Terlebih jika uban yang tumbuh baru sedikit, atau seseorang baru mendapati sebagian rambutnya berwarna putih.

Sebelum buru-buru menghilangkan rambut putih yang menghiasi kepala kalian, simak dahulu beberapa alasan kenapa kalian tidak boleh mencabut uban sembarangan berikut:

1. Rentan merusak tekstur rambut

Dilansir dari Bustle, mencabut uban dapat berisiko merusak tekstur alami untaian rambut.

Ketika tekstur alami rambut rusak, pertumbuhan rambut baru bisa lebih kusut ketimbang bagian lainnya yang tidak dicabuti.

2. Tidak menghilangkan uban secara permanen

Beberapa orang berharap dengan mencabut uban maka masalah rambut putihnya sudah kelar.

Namun, hal itu keliru.

Melansir Today, mencabut uban hanya menghilangkan rambut putih untuk sementara.

Pasalnya, folikel atau kantong kecil yang memuat rambut di bawah kulit masih hidup dan akan tumbuh kembali dengan uban sejenis yang baru dicabut.

Baca juga: Awas, Kekurangan Vitamin B12 Bisa Sebabkan Anemia dan Masalah Kesehatan Lainnya

3. Bisa merusak kulit kepala

Kebiasaan menghilangkan uban secara paksa berulang kali ternyata dapat merusak folikel secara permanen.

Apabila folikel sudah rusak karena rambut terus-menerus dicabut secara paksa, lambat laun bagian kulit kepala tersebut bakal terlihat rusak.

4. Bikin rambut rontok dan tipis

Alasan lain kenapa kita tidak boleh mencabut uban adalah rentan merusak akar rambut.

Ketika akar rambut sudah rusak, rambut bisa rontok permanen dan pertumbuhan di area tersebut terganggu.

Tak hanya rambut rontok, risiko yang paling dikhawatirkan yakni rambut tidak bisa tumbuh lagi alias botak dan rambut jadi lebih tipis.

Melansir BestHealth, hati-hati jika kalian mencabut uban yang bagian ujung akarnya berwarna merah.

Hal itu menandakan kalian telah mencabut sehelai rambut beserta pemasok darahnya.

Jika sudah telanjur, kemungkinan besar rambut di bagian tersebut sudah tidak bisa tumbuh lagi.

Baca juga: Bagaimana Efek Badai Sitokin pada Tubuh? Simak Hasil Penelitian Ini

5. Terkadang bisa menyebabkan infeksi

Mencabut uban terkadang juga potensial memicu infeksi.

Kondisi itu bisa terjadi ketika rambut pengganti yang dicabut dengan paksa justru tumbuh ke dalam.

Hal itu bisa menyebabkan infeksi dan menyebabkan tumbuhnya jaringan parut yang membuat nyeri dan tidak nyaman.

Alih-alih mencabut uban, sebaiknya rambut putih dibiarkan begitu saja.

Hal yang lebih penting, rawat rambut agar tetap sehat dan tampak cemerlang.

Hindari paparan asap rokok, sinar matahari, dan produk perawatan rambut berbahan kimia berlebihan.

Jika memang terpaksa harus menghilangkan uban, cukup potong sebagian untaian rambut yang memutih agar tidak sampai mengusik folikel. (Kompas.com/Mahardini Nur Afifah)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 5 Alasan Kenapa Kalian Tidak Perlu Mencabut Uban

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved