Hamas dan Israel Saling Serang, Jalur Gaza Diguncang Ledakan
Sirene roket berbunyi di Jerusalem, di kota-kota terdekat dan di komunitas dekat Gaza beberapa menit setelah ultimatum dari kelompok Hamas....
Saat Israel merayakan "Hari Yerusalem" pada Senin (10/5/2021) pagi, menandai direbutnya bagian timur kota suci itu dalam perang Arab-Israel 1967.
Kekerasan meletus di masjid Al Aqsa, situs paling suci ketiga bagi Islam.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan lebih dari 300 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi yang menembakkan peluru karet, granat kejut, dan gas air mata di kompleks itu.
Bentrokan, di mana polisi mengatakan 21 petugas juga terluka, di al Aqsa telah mereda pada saat Hamas mengeluarkan ultimatum pukul 6 sore (1500 GMT).
Permusuhan itu membuat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berada di ujung tanduk.
Ketika lawannya merundingkan pembentukan koalisi pemerintahan untuk menggulingkannya setelah pemilihan 23 Maret 2021 yang tidak meyakinkan.
Bagi Hamas, beberapa komentator mengatakan, tantangannya terhadap Israel adalah pertanda bagi warga Palestina, yang pemilihannya sendiri telah ditunda oleh Presiden Mahmoud Abbas.
Baca juga: Suasana Salat Jenazah Ustaz Tengku Zulkarnain di RS Tabrani Pekanbaru
Baca juga: SImak Jadwal Cuti Bersama Lebaran 2021 untuk ASN hingga Jadwal Libur Idul Fitri 1442 H
Baca juga: Niat China Buat Senjata Perang Biologi Terbongkar, Kini Muncul Tudingan Curi Data Laut Indonesia
Baca juga: Connie Bakrie, Sosok Istri Jenderal TNI yang Sebut Mr M di Balik Mafia Alutsista, Ini Jelasnya
Mereka sekarang mengambil keputusan untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas peristiwa di Jerusalem.
Bentrokan baru-baru ini di Jerusalem telah meningkatkan kekhawatiran internasional tentang konflik yang lebih luas, dan Gedung Putih meminta Israel untuk memastikan ketenangan selama "Hari Jerusalem".
Lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur juga menjadi titik fokus protes Palestina selama bulan suci Ramadhan.
Beberapa keluarga Palestina menghadapi penggusuran, di bawah perintah pengadilan Israel, dari rumah yang diklaim oleh pemukim Yahudi dalam kasus hukum yang sudah berjalan lama.
Dalam upaya meredakan ketegangan, polisi mengubah rute pawai tradisional Hari Jerusalem, di mana ribuan pemuda Yahudi yang mengibarkan bendera Israel berjalan melalui Kota Tua.
Mereka masuk melalui Gerbang Jaffa, melewati Gerbang Damaskus di luar kawasan Muslim, yang telah menjadi titik nyala dalam beberapa pekan terakhir.
Polisi mendesak para demonstran untuk berlindung di Gerbang Jaffa setelah sirene berbunyi.
(*/ SerambiNews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/11052021-puluhan-roket-ditembakkan-dari-jalur-oke.jpg)