Selasa, 14 April 2026

Yanisari, si Pasukan Elit, Prajurit Sultan Muhammad Al Fatih Pembunuh Raja Dracula 'Penghisap Darah'

Saat merebut Konstantinopel dalam serangan final, Yanisari menjadi momok pasukan Romawi. Kenekatan serta sikap tak takut mati membuat benteng ...

Tangkap layar Film Fetih
Pasukan Elite Yanisari 

Yanisari, si Pasukan Elit, Prajurit Sultan Muhammad Al Fatih Pembunuh Raja Dracula 'Penghisap Darah'

BANGKAPOS.COM -- Sultan Muhammad Al Fatih (1453) alias Mehmed II dari Kekaisaran Turki Utsmani melakukan berbagai cara Untuk memenuhi takdirnya merebut Konstantinopel.

Adapun yang paling terkenal adalah pembuatan meriam raksasa, Dardanella Gun.

Meriam ini mampu melontarkan proyektil berupa bola besi dengan diameter 63 cm dengan radius tembak 2 km.

Setelah itu Sultan Mehmed II juga memerintahkan pasukannya membawa kapal-kapal melewati hutan sekitar Konstantinopel untuk mengitari Tanduk Emas yang dipagari rantai laut.

Paling berbahaya dari militer Sultan ialah pasukan elite Yanisari.

Baca juga: Kisah Ariel Sharon, Jenderal Israel Pembantai Rakyat Palestina, 8 Tahun Hidup Koma dan kini Membusuk

Yanisari dibentuk pada abad 14 dibawah kepemimpinan Murad I.

Dikutip Sosok.ID dari History.com, Yanisari merupakan pasukan infanteri modern pertama di Eropa karena bersenjatakan Musket, alias senapan api.

Anggota Yanisari berasal dari para anak laki-laki Nashrani dari wilayah yang sudah ditaklukan oleh Turki Utsmani.

Para anak-anak itu lalu dilatih sedari kecil untuk menjadi prajurit elite.

Latihan intens yang berlangsung lama membuat Yanisari menjadi satuan paling beken se-Eropa.

Baca juga: Jihadis Palestina di Jalur Gaza Pamerkan Roket Bom Al Qassim Siap Hancurkan Pertahanan Israel

Hurriyet Daily News__ Yanisari
Hurriyet Daily News__ Yanisari

Saat merebut Konstantinopel dalam serangan final, Yanisari menjadi momok pasukan Romawi.

Kenekatan serta sikap tak takut mati membuat benteng Konstantinopel jatuh walau dijaga pasukan zirah Romawi.

Setelah kampanye militer di Konstantinopel usai, Turki Utsmani ganti berperang melawan Raja Vlad III Dracula dari Rumania.

Untuk menghabisi si 'Penghisap Darah' tersebut, Mehmed II mengirim Yanisari ke Wallachia.

Baca juga: Hari ini Baim Wong Kembali Bagi-bagi Rezeki di Rumah Teka Teki: Kita Nggak Ada Settingan Sama Sekali

Baca juga: Setelah Makan Enak Selama Lebaran, Begini Cara Menurunkan Asam Urat, Kolesterol dan Gula Darah

Baca juga: Segini Uang Raffi & Baim Wong Dari Youtube, Lebih Besar dari Gaji ke-13 PNS TNI dan Polri Juni 2021?

Gegara serangan masif dari Yanisari dan pasukan Ottoman, Dracula bersama wilayah sekutunya yakni Transylvania dan Hungaria terdesak.

Pada Desember 1476 dalam pertempuran di Danau Snagov, Vlad III Dracula berhadapan dengan kekuatan besar Ottoman.

Segera ia dan pasukannya disapu habis oleh Yanisari dimana Raja Dracula menemui ajalnya di pedang Yataghan.

(*/ SerambiNews.com/ Sosok.ID)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved